Lapas Piru Sulap Limbah Jadi Bernilai Ekonomi, Warga Binaan Produksi Custom Stepping Stones Berdaya Saing

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Piru/Barang bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai di tangan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru justru bertransformasi menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Melalui program pembinaan kemandirian, Salah satu inovasi yang kini dikembangkan adalah pembuatan custom stepping stones, kerajinan tangan berbahan dasar semen dan tehel yang dicetak menggunakan ban luar bekas dan pecahan tegel bekas yang disusun membentuk huruf maupun kata sesuai pesanan pelanggan. Pada Jumat (17/07), sejumlah hasil karya telah rampung diproduksi dan dipamerkan sebagai display di area kebun buah yang berada di halaman depan Lapas Piru guna menarik minat masyarakat.

Kerajinan tersebut menjadi bukti bahwa limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna dapat diolah menjadi produk dekoratif yang unik, fungsional, sekaligus memiliki nilai jual. Selain dipamerkan sebagai contoh hasil karya, custom stepping stones produksi Warga Binaan juga telah menerima pesanan dan dapat dibuat sesuai keinginan pelanggan, mulai dari nama, ucapan, hingga desain khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengasah kreativitas sekaligus membuka peluang usaha bagi Warga Binaan melalui produk yang memiliki daya saing di pasaran.
“Kami ingin menghadirkan pembinaan yang benar-benar menghasilkan keterampilan aplikatif. Dengan memanfaatkan ban dan tegel bekas menjadi stepping stones yang dapat dipesan secara custom, Warga Binaan belajar tentang proses produksi, kualitas hasil, hingga memahami kebutuhan pasar sehingga memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomi,” ujar Ode.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian bukan hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan Warga Binaan.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang mampu mengubah potensi menjadi prestasi. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan bagian dari upaya membangun kreativitas, meningkatkan keterampilan kerja, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Hery.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat, berinisial A, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Menurutnya, keterampilan yang dipelajari memberikan harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
“Saya tidak menyangka barang bekas bisa menjadi produk yang menarik dan diminati. Dari pembinaan ini saya belajar ketelitian, kesabaran, dan cara membuat produk sesuai keinginan pelanggan. Saya berharap keterampilan ini bisa menjadi modal untuk membuka usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Melalui program ini, Lapas Piru terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pembinaan kemandirian, pemberdayaan Warga Binaan, pengembangan UMKM Pemasyarakatan, peningkatan keterampilan kerja, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Diharapkan, setiap hasil karya yang lahir dari balik tembok pemasyarakatan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi simbol perubahan, produktivitas, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Intensifkan Perawatan Tanaman Menuju Panen Berkualitas
Rutan Ambon Serahkan 11 Tahanan Asing kepada Biro Korwas dalam Proses Pengalihan Tahanan
Jelang Hari Anak Nasional, Bapas Saumlaki Salurkan Bantuan Sosial kepada Anak Penyandang Hidrosefalus
Hasil Ketahanan Pangan Meningkat, Lapas Saumlaki Panen Sawi Melimpah
Pembinaan Kemandirian Berbasis Keterampilan: Warga Binaan Rutan Membuat Sistem Pembuangan Asap Dapur
Lapas Bandanaira Panen Kangkung Bersama Koramil 1502-01/Banda dan Penyuluh Pertanian
Optimalkan Pengelolaan BMN, Bapas Saumlaki Lakukan Inventarisasi Barang Milik Negara
Dukung Kebijakan Εkonomi Nasional Rutan Masohi Sukseskan Pelaksanaan Survei Εkonomi BPS 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:02

Perkuat Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Intensifkan Perawatan Tanaman Menuju Panen Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:56

Lapas Piru Sulap Limbah Jadi Bernilai Ekonomi, Warga Binaan Produksi Custom Stepping Stones Berdaya Saing

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:52

Rutan Ambon Serahkan 11 Tahanan Asing kepada Biro Korwas dalam Proses Pengalihan Tahanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35

Jelang Hari Anak Nasional, Bapas Saumlaki Salurkan Bantuan Sosial kepada Anak Penyandang Hidrosefalus

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:02

Hasil Ketahanan Pangan Meningkat, Lapas Saumlaki Panen Sawi Melimpah

Berita Terbaru