Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan mengikuti secara virtual penguatan tugas dan fungsi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, Rabu (29/7). Penguatan secara daring ini diikuti dengan seksama oleh Kepala Lapas Geser secara terpisah dan pejabat struktural serta seluruh pegawai, yang menegaskan konsistensi untuk terus memperkuat pelayanan publik dan integritas di wilayah Seram Timur.
Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid, mengatakan bahwa serangkaian instruksi strategis oleh Dirjenpas yang diagendakan hari ini merupakan langkah penting untuk mendongkrak kinerja sekaligus memperkuat integritas di seluruh lingkungan pemasyarakatan.
“Instruksi strategis dari Dirjenpas, Bapak Mashudi, merupakan panduan krusial yang siap kami transformasikan menjadi aksi nyata. Kami berkomitmen penuh mengawal aspek administratif dan fasilitatif guna memastikan seluruh jajaran Lapas Geser dapat mendongkrak kinerja pelayanan publik serta menjaga integritas tanpa kompromi di wilayah Seram Timur,” terang Alhamid.
Sementara itu, dalam pengarahannya, Dirjenpas menginstruksikan beberapa poin penting untuk segera diimplementasikan. “Kami instruksikan kepada seluruh jajaran agar segera memasang umbul-umbul Merah Putih di seluruh unit kerja guna menyemarakkan Hari Kemerdekaan dan membangun jiwa nasionalisme. Selain itu, pastikan segala persiapan pemberian Remisi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dilakukan secara humanis. Dalam prosesnya, libatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna membangun komitmen bersama yang solid,” jelas Dirjenpas.
Dirjenpas juga menyoroti akurasi data warga binaan. Ia meminta jajarannya untuk menyiapkan data usulan remisi atau amnesti secara selektif dan valid demi menjaga kredibilitas institusi.
Dari sisi keamanan, Mashudi menegaskan pentingnya pengawasan ketat melalui peningkatan pengendalian internal yang masif. Langkah preventif ini dinilai krusial agar kasus pelarian warga binaan yang sempat terjadi di Lapas Pekanbaru tidak terulang kembali.
“Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Pengendalian internal harus diperketat, dan sistem pengawasan wajib dievaluasi secara berkala. Saya tidak ingin kelalaian yang menyebabkan pelarian warga binaan seperti di Pekanbaru terjadi lagi di tempat lain. Jaga komitmen dan marwah institusi ini,” tegas Mashudi.
Lebih dari itu, Dirjenpas secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengoptimalkan tata kelola Koperasi Inkopasindo secara transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan anggota serta warga binaan. Monitoring berkala terhadap capaian kinerja Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) juga harus terus dilakukan demi memastikan layanan komunikasi bagi warga binaan berjalan maksimal sesuai ketentuan. Melalui penguatan di kedua sektor tersebut, pengawasan wajib diperketat guna menutup segala celah dan potensi penyalahgunaan wewenang.
Kendati memberikan evaluasi dan instruksi yang tegas, Mashudi tidak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang telah memberikan dampak positif nyata melalui berbagai terobosan inovatif. Menurutnya, berbagai inovasi kinerja yang telah dilahirkan harus terus dipertahankan dan ditularkan ke satuan kerja lainnya demi kemajuan pemasyarakatan yang lebih baik.
Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menyatakan kesiapan penuh seluruh jajarannya untuk mengimplementasikan arahan tersebut di lapangan. “Kami di Lapas Geser siap menjaga marwah institusi dengan integritas tinggi. Seluruh poin instruksi krusial Dirjenpas akan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa arahan tersebut menjadi energi positif bagi jajarannya untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik, baik dalam membina warga binaan, menjaga keamanan maupun membuka keterbukaan informasi kepada masyarakat luas.
Melalui penguatan ini, diharapkan Lapas Geser secara konsisten terus mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan transparan sekaligus berdampak positif bagi ketertiban di wilayah Seram Timur.



















