MANOKWARI, Garudapost.id– Ikatan Mahasiswa Paniai di Manokwari (IMP) melalui Biro Penalaran dan Keilmuan menggelar diskusi publik bertajuk “Strategi Indonesia Menaklukkan Perjuangan Rakyat Papua” di Asrama Mahasiswa Paniai, kawasan Amban, Manokwari, Sabtu (8/8/2026).
Diskusi tersebut dipandu Theofilus Richard Yogi dengan didampingi Mehu Kadepa dan diikuti pengurus serta puluhan mahasiswa asal Paniai. Kegiatan digelar sebagai ruang pertukaran gagasan dan penguatan kapasitas intelektual mahasiswa dalam membahas berbagai persoalan Papua.
Dalam pemaparannya, Theofilus Yogi membahas sejumlah isu yang dalam perspektif materi diskusi dinilai berkaitan dengan upaya melemahkan perjuangan politik rakyat Papua.
Topik yang dibahas meliputi militerisme, pengelolaan sumber daya alam, ekspansi kekuasaan, migrasi penduduk, sejarah dan budaya Papua, konflik sosial, kebijakan hukum, serta kontrol informasi dan ruang publik.
Pembahasan juga menyoroti dinamika perubahan administrasi wilayah, termasuk pembentukan daerah otonomi baru, perluasan struktur pemerintahan, serta keterlibatan Orang Asli Papua dalam TNI-Polri dan birokrasi yang oleh pemateri dipandang sebagai bagian dari dinamika penguatan kontrol pemerintahan.
Selain isu politik dan keamanan, peserta turut mendiskusikan persoalan sumber daya alam Papua. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan bahwa kepentingan terhadap kekayaan alam merupakan salah satu faktor penting yang perlu dikaji dalam memahami berbagai kebijakan dan perkembangan di Tanah Papua.
Aspek sosial dan budaya juga menjadi perhatian. Yogi membahas tantangan terhadap bahasa, sejarah, adat, dan budaya Papua di tengah perubahan sosial dan masuknya budaya dominan.
Diskusi turut menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat Papua. Konflik antarsuku, antarkelompok, maupun konflik politik dinilai peserta berpotensi melemahkan solidaritas masyarakat. Sementara itu, media, pendidikan, dan ruang informasi dipandang memiliki pengaruh terhadap pembentukan persepsi publik.
Ketua IMP Manokwari, Derian Muyapa, mengatakan ruang diskusi mahasiswa perlu terus diperluas untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di Papua.
“Ruang diskusi perlawanan perlu dilakukan dan ditingkatkan, sebab situasi dan kondisi saat ini di Tanah Papua sedang dalam ancaman serius oleh negara yang rakus akan sumber daya alam di Tanah Papua,” ujar Derian.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi terus memperdalam kajian dan membangun kapasitas intelektual dalam memahami perkembangan sosial, politik, ekonomi, budaya, serta pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.
Diskusi ditutup dengan ajakan kepada seluruh anggota IMP untuk terus membangun ruang dialog dan menyampaikan gagasan secara kritis, konstruktif, serta bertanggung jawab dalam menyikapi berbagai persoalan Papua.(YZ/redaksi)

















