1.473 Hotspot Terpantau, Karhutla Ancam Ruang Hidup OAP di Papua Barat

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, GARUDAPOST.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Papua Barat dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam kehidupan serta sumber penghidupan Orang Asli Papua (OAP).

Juru Kampanye Perkumpulan Panah Papua, Arnol Halitopo, mengatakan berdasarkan analisis data Nusantara Atlas, tercatat 1.473 titik panas atau hotspot di Papua Barat dalam 14 hari terakhir. Jumlah tersebut disebut meningkat signifikan pada 20 hingga 22 Agustus 2026.

Kondisi ini sangat serius karena sejumlah titik panas berada di kawasan yang berdekatan dengan ruang hidup masyarakat adat,” ujar Arnol pada Selasa (25/08/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tiga klaster utama hotspot berada di kawasan dataran Bomberay, Kabupaten Manokwari Selatan, serta Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kabupaten Fakfak tercatat memiliki jumlah hotspot tertinggi dengan 428 titik, disusul Manokwari Selatan 320 titik, dan Teluk Bintuni 175 titik.

Panah Papua menyebut kebakaran telah berdampak terhadap sumber pangan masyarakat, termasuk dusun sagu dan kebun umbi-umbian.

Selain itu, pihaknya menemukan 173 hotspot berada di dalam wilayah izin perkebunan kelapa sawit

. Arnol meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam pengelolaan kawasan dan penanganan kebakaran.

Panah Papua mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah kabupaten segera memperkuat penanganan karhutla, membentuk koordinasi penanganan yang efektif, melindungi masyarakat terdampak, serta memastikan pemulihan lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat.

Pemerintah harus sigap menangani kebakaran dan melakukan pemulihan pascabencana. Jangan sampai karhutla terus mengancam ruang hidup masyarakat adat,” tegas Arnol.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

FABB Turun ke Jalan, Desak Pemberantasan Korupsi di Bengkulu.
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Randudongkal Terungkap
Gebrak Lapangan! Karutan Jakarta Pusat Deklarasikan Perang Lawan Pungli, dan HALINAR Lewat Pendekatan Humanis
Ribuan Warga Bojongbata Berdesakan Antre Beras Bantuan, Sejumlah Warga Miskin Justru Gigit Jari
Jukir di Luar Area RS Bhayangkara Diduga Minta Rp5.000, Pengunjung Mengaku Dipaksa Membayar
Pemilihan BPD Serentak di Desa Kemiri Berlangsung Aman dan Tertib.
Asmen dan Kaur Operasi PJT II Rengasdengklok Ucapkan Selamat HUT Ke-23 Serikat Karyawan
SMK Mitra Karya Gelar Pengimbasan Pelatihan Gemini Academy Untuk Tingkatkan Kompetensi Digital Guru
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57

1.473 Hotspot Terpantau, Karhutla Ancam Ruang Hidup OAP di Papua Barat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:54

FABB Turun ke Jalan, Desak Pemberantasan Korupsi di Bengkulu.

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:24

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Randudongkal Terungkap

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:21

Gebrak Lapangan! Karutan Jakarta Pusat Deklarasikan Perang Lawan Pungli, dan HALINAR Lewat Pendekatan Humanis

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:57

Ribuan Warga Bojongbata Berdesakan Antre Beras Bantuan, Sejumlah Warga Miskin Justru Gigit Jari

Berita Terbaru

Uncategorized

FABB Turun ke Jalan, Desak Pemberantasan Korupsi di Bengkulu.

Selasa, 25 Agu 2026 - 21:54

Papua Tengah

Aktivis Adat Desak Pemprov Papua Serius Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agu 2026 - 21:48

Kabupaten Manokwari

BEM UNIPA Buka Posko Kemanusiaan Peduli Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 21:40