Lapas Bandanaira Gelar Salat Istisqa, Warga Binaan Diajak Perbanyak Istighfar dan Doa

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Bandanaira/Menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kecamatan Banda melaksanakan Salat Istisqa di lapangan Blok Hunian sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan sekaligus memperkuat pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan, Jumat (18/9).
‎
‎Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk memanjatkan doa dan memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera diturunkan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, tumbuh-tumbuhan, hewan, serta seluruh makhluk hidup.
‎
‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa Salat Istisqa menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan.
‎
‎”Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa kita bersama agar Allah SWT memberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang, kita mengajak seluruh petugas dan Warga Binaan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa dan istighfar, serta mengatur penggunaan air seefektif mungkin,” ujar Samad.
‎
‎Ia menambahkan, keterbatasan air selama musim kemarau membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
‎
‎”Penggunaan air secara bijak merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga melalui doa dan ikhtiar ini, hujan segera turun dan kondisi dapat kembali normal,” pungkasnya.
‎
‎Salat Istisqa dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Banda, Ridwan Wailusy. Usai pelaksanaan salat, Ridwan Wailusy juga menyampaikan khutbah. Dalam khutbahnya ia mengingatkan bahwa kemarau yang terjadi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Pulau Ay dan Pulau Rhun Kecamatan Banda, tetapi juga oleh saudara-saudara di sejumlah wilayah di Indonesia yang mengalami keterbatasan air bersih. Karena itu, Salat Istisqa juga menjadi bentuk kepedulian dan doa bersama bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air.
‎
‎”Ketika kita melaksanakan Salat Istisqa seperti ini, bukan hanya memohon kasih sayang Allah agar menurunkan air hujan, tetapi kita juga memohon kebaikan-Nya dengan membuktikan kepedulian kepada sesama manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan,” pesannya.
‎
‎Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dan melakukan introspeksi diri. Menurutnya, istighfar dan taubat merupakan bagian penting dalam memohon ampunan serta rahmat Allah SWT, termasuk dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
‎
‎Pesan tersebut diperkuat dengan penyampaian ayat Al-Qur’an tentang pentingnya memohon ampun kepada Allah dan mengharapkan turunnya hujan sebagai rahmat. Air hujan diharapkan dapat menghidupkan kembali tanah yang kering, menyuburkan tanaman, serta memenuhi kebutuhan manusia dan hewan.
‎
‎”Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,” ucapnya sambil mengutip QS. Al-Furqan : 48.
‎
‎Selain mengajak memperbanyak istighfar, ia juga menekankan pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi perbuatan dosa. Jamaah diajak melakukan evaluasi terhadap diri sendiri, baik dalam menjaga pandangan, pendengaran, lisan, tangan, maupun kaki agar digunakan untuk hal-hal yang baik.
‎
‎Melalui pelaksanaan Salat Istisqa ini, Lapas Bandanaira tidak hanya menguatkan pembinaan kepribadian dan spiritual Warga Binaan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta masyarakat yang terdampak kekeringan.
‎
‎Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kesadaran spiritual, memperbanyak doa dan istighfar, serta menjadikan setiap ujian sebagai momentum untuk melakukan perbaikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rajut Toleransi dan Kerukunan, Lapas Geser Gandeng STAI Seram Timur Bina Warga Binaan
Lapas Geser Resmi Buka Rangkaian Lomba Kemasyarakatan Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026
IMIPAS PEDULI Rutan Ambon Hadir Membawa Kepedulian Bagi Masyarakat Sekitar
Perkuat akses Keadilan Bagi Warga Binaan,Rutan Majene Jalin Kerjasama Dengan LBH Mitra Madani Sulawesi Barat
Hasil Kebun Sendiri, Lapas Saumlaki Panen Sawi untuk Kebutuhan Dapur
Bapas Saumlaki Hadirkan Kepedulian Nyata Melalui Aksi Gotong Royong Bersihkan Lokasi Pembangunan Gereja
Perkuat Pengawasan Digital, Kanwil Ditjenpas Maluku Optimalkan Trans Siberpas
Tuntaskan Target Monev dari Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Namlea Buktikan Progresif Kinerja
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:40

Rajut Toleransi dan Kerukunan, Lapas Geser Gandeng STAI Seram Timur Bina Warga Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:21

Lapas Geser Resmi Buka Rangkaian Lomba Kemasyarakatan Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 16:19

IMIPAS PEDULI Rutan Ambon Hadir Membawa Kepedulian Bagi Masyarakat Sekitar

Jumat, 6 November 2026 - 10:11

Perkuat akses Keadilan Bagi Warga Binaan,Rutan Majene Jalin Kerjasama Dengan LBH Mitra Madani Sulawesi Barat

Jumat, 6 November 2026 - 08:23

Hasil Kebun Sendiri, Lapas Saumlaki Panen Sawi untuk Kebutuhan Dapur

Berita Terbaru