KMK Universitas Baliem Wamena Gelar LDK, Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan Gereja dan Masyarakat

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id – Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Baliem Wamena, Papua Pegunungan, menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dengan mengusung tema “Membentuk Kader Hari Ini untuk Masa Depan yang Lebih Baik bagi Gereja dan Masyarakat”.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu (7/11/2026), pukul 10.20 hingga 10.58 WIT, bertempat di kawasan RRI Lama, Sinakma, Wamena. Kegiatan tersebut dihadiri unsur senior, alumni, serta puluhan anggota KMK.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh senior sekaligus salah satu pendiri KMK, Fransiskus Surabut, S.Kom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh para senior KMK yang meliputi tiga pokok pembelajaran, yakni manajemen organisasi, pertemuan formal dan nonformal, serta public speaking.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan DPM KAE, Itlay, menyampaikan bahwa proses kaderisasi melalui LDK merupakan ruang penting untuk membentuk karakter, kepribadian, dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan serius karena pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berorganisasi akan menjadi bekal untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk legitimasi bagi mahasiswa yang baru bergabung untuk mengenal lebih jauh identitas, arah perjuangan, serta tanggung jawab sebagai anggota KMK.

Selain itu, proses kaderisasi diharapkan mampu mempersiapkan calon-calon pemimpin organisasi pada masa mendatang, termasuk regenerasi kepengurusan KMK.

Sementara itu, senior sekaligus pendiri KMK, Fransiskus Surabut, S.Kom, menjelaskan bahwa pembentukan wadah KMK berawal dari keresahan mahasiswa Katolik yang membutuhkan ruang untuk saling mengenal, berbagi ilmu, pengalaman, serta membangun solidaritas di lingkungan perguruan tinggi.

Ia mengungkapkan, pada saat itu dirinya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Jayawijaya, sementara Ketua PMKRI dijabat oleh Arianus Lokobal, S.Sos. Melalui PMKRI, kemudian diberikan rekomendasi untuk membentuk wadah mahasiswa Katolik di lingkungan kampus.

Menurut Fransiskus, kehadiran KMK awalnya bertujuan merangkul mahasiswa yang sebelumnya berasal dari STIMIK dan kini menjadi bagian dari Universitas Baliem Wamena agar dapat berjalan bersama, saling mendukung, serta mengembangkan potensi akademik dan organisasi.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya memiliki sembilan paroki, termasuk Ekoagi Samenage, sehingga KMK diharapkan menjadi ruang perjumpaan mahasiswa Katolik dari berbagai latar belakang paroki untuk membangun hubungan persaudaraan dan solidaritas.

Dalam perkembangannya, KMK juga menerima mahasiswa dari kalangan Kristen Protestan yang ingin belajar dan terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.

Namun, Fransiskus menegaskan bahwa berdasarkan ketentuan AD/ART organisasi, mahasiswa non-Katolik dapat mengikuti proses pembelajaran dan kegiatan kepanitiaan, tetapi tidak dapat mencalonkan diri sebagai ketua KMK.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Kabupaten Jayawijaya memiliki sekitar 11 perguruan tinggi. Karena itu, KMK diharapkan dapat menjadi wadah penghubung antarmahasiswa, termasuk mendorong kebangkitan kembali komisariat atau organisasi mahasiswa Katolik di sejumlah kampus, seperti UNAIM Yapis Wamena dan STKIP Kristen Wacana Sinakma.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah mahasiswa dari kampus tersebut mulai menunjukkan keinginan untuk menghidupkan kembali organisasi mahasiswa Katolik melalui pertemuan dan koordinasi dengan pengurus KMK.

“Kami berharap melalui kegiatan pembinaan seperti ini, ke depan dapat dilaksanakan temu KMK se-Kabupaten Jayawijaya sebagai ruang memperkuat komunikasi, persaudaraan, dan konsolidasi mahasiswa Katolik,” ungkapnya.

Fransiskus juga menjelaskan bahwa perjuangan dan pembinaan KMK telah dimulai sejak 2021. Karena itu, agenda Latihan Dasar Kepemimpinan menjadi salah satu prioritas organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan mempersiapkan regenerasi kepengurusan.

Menurutnya, bidang kaderisasi memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan setiap anggota memperoleh pengetahuan organisasi, memahami fungsi kerja badan pengurus, serta mampu menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.

Ia berharap KMK dapat berkembang menjadi laboratorium kaderisasi yang melahirkan mahasiswa dengan kemampuan intelektual, karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.

“Melalui wadah ini, kita mempersiapkan kader-kader yang handal agar nantinya mampu mengambil bagian dan berkontribusi dalam organisasi-organisasi yang lebih besar. Karena itu, adik-adik harus tetap konsisten dan mengikuti setiap proses dengan baik. Hari ini merupakan masa emas bagi teman-teman untuk belajar, memperoleh ilmu, dan mempraktikkannya,” pesannya.

Melalui pelaksanaan LDK tersebut, KMK Universitas Baliem Wamena diharapkan semakin memperkuat sistem kaderisasi, membangun solidaritas antarmahasiswa, serta mempersiapkan generasi muda Katolik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.(*)

 

Facebook Comments Box

Penulis : Julianus surabut

Editor : Admin papua

Sumber Berita: https://garudapost.id

Berita Terkait

Nikolas Surabut, Produser Musik Wisisi Pertama di Jayawijaya dan Papua Pegunungan, Dari 2009 Sampai Sekarang
Germas PMKRI Jayawijaya Soroti Kehadiran TNI Nonorganik di Walaik, Minta Langkah Persuasif Cegah Konflik
AMPTPI Gelar Konferensi Cabang IV di Jayawijaya, Usung Tema “Bersatu Selamatkan Papua”
STIPER Petra Baliem Wamena Wisuda 70 Sarjana, Dorong Pengembangan Pertanian Organik
Kepala LLDIKTI XIV Dorong Penguatan Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan: Anak Papua Harus Maju dari Tanah Sendiri
Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan
Ketua KNPI Lanny Jaya Dukung Perda Masyarakat Adat, Dorong Proses Dipercepat
Embun Pegunungan Papua dan Foker LSM Papua identifikasi Sembilan Wilayah Adat Lanny Jaya
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 18:33

Nikolas Surabut, Produser Musik Wisisi Pertama di Jayawijaya dan Papua Pegunungan, Dari 2009 Sampai Sekarang

Sabtu, 7 November 2026 - 21:57

KMK Universitas Baliem Wamena Gelar LDK, Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan Gereja dan Masyarakat

Minggu, 1 November 2026 - 12:00

Germas PMKRI Jayawijaya Soroti Kehadiran TNI Nonorganik di Walaik, Minta Langkah Persuasif Cegah Konflik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33

AMPTPI Gelar Konferensi Cabang IV di Jayawijaya, Usung Tema “Bersatu Selamatkan Papua”

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09

STIPER Petra Baliem Wamena Wisuda 70 Sarjana, Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Berita Terbaru