Dekranasda Bone Bolango Angkat Produk UMKM Lokal ke Panggung Promosi

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id – Bone Bolango – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bone Bolango mendorong promosi dan perluasan pemasaran produk UMKM daerah melalui pengenalan karya perajin dan pelaku usaha kepada masyarakat luas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam pameran di sela-sela agenda kunjungan Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih di Gedung GPCC Kota Gorontalo, Selasa (13/10/2026).

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone Bolango, Eriana Pajria Ningsih mengungkapkan, keikutsertaan Dekranasda Bone Bolango dalam pameran ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan penuh Ketua Dekranasda Kabupaten Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, dalam mendorong pengembangan serta promosi produk UMKM daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil karya perajin dan pelaku usaha lokal agar semakin dikenal, memiliki nilai jual, dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas,” ungkapnya. Salah satu produk unggulan yang ditampilkan ialah kain karawo, kerajinan khas Gorontalo yang mengandalkan ketelitian dalam proses mengiris dan menyulam benang pada kain hingga membentuk motif tertentu. Teknik pengerjaan tradisional ini membutuhkan keterampilan khusus dan kini mulai jarang ditemukan.

Eriana Pajria Ningsih menjelaskan bahwa teknik tersebut menjadi salah satu keunikan karawo yang membuatnya memiliki nilai tersendiri.
“Berbeda dengan yang lain, produk ini menggunakan metode lama. Sekarang sudah agak jarang ditemukan orang yang menggunakan metode tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, kain karawo yang dipamerkan telah memenuhi standar ekspor dan beberapa kali dikirim ke Jepang. Untuk memastikan kualitasnya, produk yang akan dipasarkan ke luar negeri harus melalui proses kurasi, termasuk pemeriksaan kondisi kain dan kerapian benang.

Selain kain karawo, Dekranasda Bone Bolango memperkenalkan aksesori etnik berupa kalung bermotif karawo. Pengembangan ini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional dapat dihadirkan dalam bentuk yang lebih beragam, sekaligus mempertahankan ciri khas budaya Gorontalo.

Produk kuliner turut melengkapi stan pameran, di antaranya keripik bawang yang menurut keterangan saat diperkenalkan dibuat tanpa penyedap rasa dan bahan pengawet. Sejumlah makanan olahan lainnya ditawarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp16.000, Rp20.000, hingga Rp25.000.

Keragaman tersebut memperlihatkan potensi UMKM Bone Bolango yang tidak hanya bertumpu pada kerajinan, tetapi juga berkembang melalui produk pangan olahan. Promosi secara langsung memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal produk, melihat kualitasnya, sekaligus mempertimbangkan pembelian.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Bone Bolango Terima Kunjungan Divisi Kredit Komersil Bank SulutGo, Bahas Percepatan Pembangunan Daerah
Sekolah di Bone Bolango Raih Prestasi Penguasaan Bahasa Negara
Ombudsman Temukan Maladministrasi di Desa Pelita Jaya, Dua Surat Berbeda Gunakan Nomor yang Sama
Ichsan Wantogia Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pengawasan Pemerintahan
Bupati Bone Bolango Ingatkan Kepala Sekolah dan Bendahara Hati-hati Kelola Dana BOSP
Bappeda Litbang Bone Bolango Dorong Penguatan RBI-DRPPA hingga Tingkat Desa
Bupati Ismet Mile Dorong RBI Dan DRPPA Harus Memiliki Dampak Yang Bisa Dirasakan Masyarakat
Keluhan Petani Soal Dampak Proyek Jalan PT Gorontalo Mineral, Camat Bone Raya Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:53

Sekolah di Bone Bolango Raih Prestasi Penguasaan Bahasa Negara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:45

Ombudsman Temukan Maladministrasi di Desa Pelita Jaya, Dua Surat Berbeda Gunakan Nomor yang Sama

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:53

Dekranasda Bone Bolango Angkat Produk UMKM Lokal ke Panggung Promosi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:46

Ichsan Wantogia Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pengawasan Pemerintahan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:29

Bupati Bone Bolango Ingatkan Kepala Sekolah dan Bendahara Hati-hati Kelola Dana BOSP

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59