TPST Bantargebang Masuk Peringkat Kedua Dunia Penyumbang Emisi Gas Metana, Ancaman Serius bagi Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Garudapost.id – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan dunia setelah hasil penelitian internasional mengungkap bahwa lokasi tersebut masuk dalam daftar penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia dari sektor tempat pembuangan sampah.

 

Berdasarkan laporan riset Emmett Institute, University of California, Los Angeles (UCLA), bertajuk Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2026: Landfills, TPST Bantargebang tercatat menghasilkan emisi gas metana sekitar 6,3 ton per jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Angka tersebut menempatkan Bantargebang di posisi kedua dunia, tepat di bawah TPA Campo de Mayo di Buenos Aires, Argentina, yang mencatatkan emisi sekitar 7,6 ton metana per jam.

 

Penelitian tersebut menggunakan data pemantauan emisi dari Carbon Mapper melalui instrumen satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT milik NASA yang terpasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pengamatan dilakukan sepanjang Tahun

 

Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya volume sampah yang tertimbun di kawasan Bantargebang. Pembusukan sampah organik dalam kondisi minim oksigen atau anaerobik menjadi salah satu sumber utama terbentuknya gas metana.

 

Gas metana (CH₄) merupakan salah satu gas rumah kaca yang memiliki kemampuan memerangkap panas jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO₂), terutama dalam jangka pendek. Tingginya konsentrasi gas tersebut berkontribusi terhadap percepatan perubahan iklim dan pemanasan global.

Selain berdampak terhadap lingkungan dan iklim, penumpukan sampah yang menghasilkan gas metana juga menyimpan potensi bahaya kebakaran apabila tidak dikelola dengan sistem pengendalian gas yang memadai.

 

Persoalan ini sekaligus memperlihatkan besarnya tantangan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya dalam menangani timbunan sampah organik yang terus bertambah setiap harinya.

 

Diperlukan langkah konkret melalui pembenahan sistem pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah sejak sumbernya, pengurangan sampah organik, pengolahan menjadi kompos, hingga optimalisasi teknologi penangkapan dan pemanfaatan gas metana.

 

Temuan UCLA tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, khususnya pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap operasional TPST Bantargebang.

 

Pengelolaan sampah tidak cukup hanya berorientasi pada pemindahan dan penumpukan limbah. Aspek keselamatan masyarakat, kesehatan lingkungan, serta pengendalian emisi gas rumah kaca harus menjadi bagian penting dari kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan.

 

Sebab, persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan juga ancaman lingkungan yang dampaknya dapat dirasakan hingga tingkat global.

Facebook Comments Box

Penulis : (Red)

Editor : Redaksi Jabar

Sumber Berita: TPST Bantargebang Bekasi

Berita Terkait

Tokoh Masyarakat Agus Kusnandar Jadi Motor Utama, Siap Satukan Ribuan Suara Lanjutkan Kepemimpinan Calon Petahana Ma’nun Nomor Urut 5
Rapor Emas Periode Pertama Picu Gelombang Dukungan, Ribuan Suara Warga Danasari Siap Menangkan Calon Petahana Ma’nun Melalui Filosofi Nomor Urut 5
Kebakaran Hanguskan Warung Nasi Padang, Rumah, dan Kontrakan di Jatibening
LMI Terlibat dalam Penyusunan Strategi Penanggulangan Bencana Kabupaten Tulungagung
Sentuh Sisi Spritual,Rutan Pemalang Gandeng Kemenag Tentukan Akurasi Arah Kiblat
K.H. Ahmad Komaruzaman Ajak Umat Muslim Hadiri Pengajian Malam Jumat di Ponpes Nurul Hikmah Assalafiyyah
Robert George Wanma: Pejabat Jangan Hanya Bicara Wewenang, Utamakan Kepentingan Publik
Lampu Lalu‑Lintas Alun‑Alun Aimas Tak Berfungsi, Pejabat Saling Lempar Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:36

TPST Bantargebang Masuk Peringkat Kedua Dunia Penyumbang Emisi Gas Metana, Ancaman Serius bagi Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:19

Tokoh Masyarakat Agus Kusnandar Jadi Motor Utama, Siap Satukan Ribuan Suara Lanjutkan Kepemimpinan Calon Petahana Ma’nun Nomor Urut 5

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:14

Rapor Emas Periode Pertama Picu Gelombang Dukungan, Ribuan Suara Warga Danasari Siap Menangkan Calon Petahana Ma’nun Melalui Filosofi Nomor Urut 5

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:34

Kebakaran Hanguskan Warung Nasi Padang, Rumah, dan Kontrakan di Jatibening

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:10

LMI Terlibat dalam Penyusunan Strategi Penanggulangan Bencana Kabupaten Tulungagung

Berita Terbaru