Nelson Pomalingo Dipercaya Kelola Kampus dan Perkebunan di Lampung, Usung Integrasi Riset dan Energi Terbarukan

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lead: Akademisi sekaligus tokoh pemerintahan, Nelson Pomalingo, mendapat mandat strategis dari Zulkifli Hasan untuk mengelola perguruan tinggi dan mengembangkan kawasan perkebunan terpadu di Lampung, dengan pendekatan berbasis riset, inovasi, dan energi terbarukan.

LAMPUNG –Garudapost.id |Sosok akademisi sekaligus birokrat berpengalaman, Prof. Nelson Pomalingo, kembali mendapat kepercayaan besar di tingkat nasional. Ia ditugaskan untuk mengelola perguruan tinggi sekaligus mengembangkan kawasan perkebunan produktif di Provinsi Lampung.

Penugasan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai bagian dari strategi memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, riset, dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini juga akan dijalankan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung, guna memastikan pengembangan kawasan perkebunan berjalan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dengan latar belakang sebagai mantan Bupati Gorontalo dua periode, mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Nelson dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam mengintegrasikan sektor akademik dan pembangunan daerah.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai profesor di bidang lingkungan dengan basis keilmuan pertanian, lulusan Universitas Sam Ratulangi, yang selama ini konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam skema besar yang diusung, pengelolaan perguruan tinggi tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga diarahkan menjadi pusat inovasi yang terhubung langsung dengan pengembangan kawasan perkebunan terpadu. Model ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.

Program tersebut turut melibatkan kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, guna memperkuat riset di bidang pertanian, kehutanan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Dukungan sektor swasta juga menguat, salah satunya dari pengusaha nasional Aburizal Bakrie yang disebut akan berperan dalam percepatan investasi dan hilirisasi produk perkebunan.

Tak hanya itu, pengembangan energi terbarukan menjadi bagian penting dalam program ini. Integrasi antara sektor pendidikan, perkebunan, dan energi dinilai sebagai langkah progresif dalam menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus transisi energi nasional.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Nelson Pomalingo menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah secara optimal.

“Ini adalah peluang besar untuk menghadirkan model kolaborasi nyata antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor swasta. Kami akan memastikan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan dan energi,” ujarnya.

Informasi penugasan ini menguat setelah Prof. Nelson Pomalingo terlihat bersama Zulkifli Hasan dan Aburizal Bakrie dalam satu penerbangan menuju Lampung untuk meninjau langsung lokasi pengembangan.

Setelah kembali dari kunjungan tersebut, keesokan harinya Prof. Nelson langsung mengikuti rapat bersama Menko Pangan guna menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan. Dalam pertemuan itu disepakati pembentukan Tim Terpadu yang bertugas menyusun road map pengembangan kawasan dan pengelolaan perguruan tinggi secara komprehensif.

Tim ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, kementerian terkait, sektor swasta, serta dukungan akademik dari Universitas Indonesia Mandiri Lampung sebagai mitra lokal dalam penguatan riset dan implementasi program di lapangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Siaga Kompi II Polres Mesuji Berhasil Amankan 2 Pelaku Tiindak Pidana Penyalahgunaan Gas LPG 3 Kg
Pelepasan dan Pentas Seni SDN 10 Tanjung Raya
EcoNusa dan Komunitas Nyaiwerek Asesmen Potensi Kopi Arabika di Lanny Jaya, Petani Soroti Harga dan Akses Pasar
Jalan Santai May Day 2026, Bupati Eman Pastikan Kesempatan Kerja Tanpa Diskriminasi
Geger! Warga Desa Pone Temukan Mayat Pria Misterius Terbujur Tengkurap di Atas Motor, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Pasca-Iduladha, Harga Rica di Pasar Sabtu Kota Gorontalo Melonjak Drastis Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Polres Labuhanbatu Selatan Sembelih 8 Ekor Hewan Kurban, Kapolres: Wujud Kepedulian dan Kebersamaan
EcoNusa dan Komunitas Nyaiwerek Petakan Potensi Kopi Jayawijaya Menuju Pasar Nasional dan Internasional
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:10

Siaga Kompi II Polres Mesuji Berhasil Amankan 2 Pelaku Tiindak Pidana Penyalahgunaan Gas LPG 3 Kg

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:02

Pelepasan dan Pentas Seni SDN 10 Tanjung Raya

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:55

EcoNusa dan Komunitas Nyaiwerek Asesmen Potensi Kopi Arabika di Lanny Jaya, Petani Soroti Harga dan Akses Pasar

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:28

Jalan Santai May Day 2026, Bupati Eman Pastikan Kesempatan Kerja Tanpa Diskriminasi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:34

Geger! Warga Desa Pone Temukan Mayat Pria Misterius Terbujur Tengkurap di Atas Motor, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Berita Terbaru

Lampung

Pelepasan dan Pentas Seni SDN 10 Tanjung Raya

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:02