Pasca-Iduladha, Harga Rica di Pasar Sabtu Kota Gorontalo Melonjak Drastis Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA GORONTALO,garudapost.id – Pasca-perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H, warga Kota Gorontalo kembali dikejutkan oleh lonjakan harga komoditas pangan pokok. Pada Sabtu (30/5/2026), harga cabai rawit atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai rica, melonjak drastis hingga mencapai Rp120.000 per kilogram. Kenaikan signifikan ini tentu memberatkan warga, mengingat rica merupakan bumbu dapur wajib yang tidak bisa dipisahkan dari kuliner khas Gorontalo.

Berdasarkan pantauan di Pasar Sabtu Kota Gorontalo sejak pagi hari, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada rica, tetapi juga merembet pada komoditas “barito” lainnya seperti bawang dan tomat. Padahal, menjelang Iduladha, harga rica masih stabil di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Lonjakan harga sebesar Rp40.000–Rp50.000 dalam waktu singkat itu memicu suasana transaksi yang ramai, ditandai dengan tawar-menawar alot antara pedagang dan pembeli di los sayur-mayur.

Para pedagang di lokasi mengungkapkan bahwa meroketnya harga rica dipicu oleh kombinasi dua faktor utama. Pertama, tingginya permintaan rumah tangga pasca-Iduladha. Tradisi mengolah daging kurban (sapi dan kambing) menjadi berbagai hidangan khas Gorontalo yang pedas membuat kebutuhan akan rica meningkat tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, minimnya pasokan dari jalur distribusi. Aktivitas panen petani lokal serta pengiriman dari daerah pemasok utama seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah sempat tersendat akibat libur panjang Lebaran. Hal ini menyebabkan stok di tingkat pasar tradisional belum pulih sepenuhnya.

“Stok yang masuk ke tangan kami sejak kemarin sangat terbatas. Sementara itu, sejak subuh pembeli membludak karena butuh rica untuk olahan daging kurban. Karena barang langka namun permintaan tinggi, harga modal dari agen pun naik. Mau tidak mau, kami menjual di harga Rp120.000 per kilo hari ini,” ujar seorang pedagang rica di Pasar Sabtu.

Kenaikan harga yang hampir dua kali lipat ini paling dirasakan dampaknya oleh ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro, seperti pemilik warung makan, penjual ayam geprek, dan rumah makan khas Gorontalo. Bagi pelaku usaha kuliner, kondisi ini menciptakan dilema: menaikkan harga menu berisiko kehilangan pelanggan, namun mengurangi porsi atau tingkat kepedasan dapat menurunkan kualitas cita rasa masakan.

Salah satu warga yang sedang berbelanja mengaku terpaksa mengubah strategi belanjanya. “Bagi orang Gorontalo, makan tanpa rica rasanya kurang lengkap. Dengan harga Rp120.000 per kilo, anggaran belanja membengkak. Biasanya saya beli satu kilo, sekarang cukup beli satu ons saja, yang penting ada rasa pedasnya,” keluhnya.

Menyikapi situasi ini, masyarakat dan pedagang mendesak Pemerintah Kota Gorontalo maupun Provinsi Gorontalo untuk segera mengambil langkah intervensi. Mereka berharap Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) serta Satgas Pangan dapat melakukan pengawasan ketat terhadap jalur distribusi untuk mencegah praktik penimbunan oleh oknum spekulan.

Selain itu, gagasan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) juga diharapkan dapat segera direalisasikan. Dengan intervensi yang cepat dan tepat, stabilitas pasokan dan harga rica diharapkan dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan, sehingga daya beli masyarakat tidak semakin tergerus.

Penulis: Zulkipli Uno
Editor: Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ariyanto Halada Nahkodai Golkar Hulonthalangi, Pataka Partai Resmi Diserahkan
Bupati Bone Bolango Ingatkan Kepala Sekolah dan Bendahara Hati-hati Kelola Dana BOSP
Ismet Jadikan RDTR Pijakan Program Pembangunan
Muscam Golkar Sipatana Jadi Momentum Perkuat Barisan, Idah Syahidah Bicara Target Kemenangan
Hampir 700 Pemilih Meninggal Dicoret, KPU Gorontalo Catat 150.294 Pemilih
FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Dorong Pala Wondama Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah
Pemerintah Kecamatan HulonthalangiDan Mahasiswa KKN UNG Bentuk BANK SAMPAH, Tindak Lanjuti Persoalan Sampah yang Tak Kunjung selesai
RS Sitti Khadijah Adalah Amal Usaha Aisyiah–Muhammadiyah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01

Ariyanto Halada Nahkodai Golkar Hulonthalangi, Pataka Partai Resmi Diserahkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:29

Bupati Bone Bolango Ingatkan Kepala Sekolah dan Bendahara Hati-hati Kelola Dana BOSP

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:02

Ismet Jadikan RDTR Pijakan Program Pembangunan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:30

Muscam Golkar Sipatana Jadi Momentum Perkuat Barisan, Idah Syahidah Bicara Target Kemenangan

Rabu, 30 September 2026 - 22:42

Hampir 700 Pemilih Meninggal Dicoret, KPU Gorontalo Catat 150.294 Pemilih

Berita Terbaru