EcoNusa dan Komunitas Nyaiwerek Petakan Potensi Kopi Jayawijaya Menuju Pasar Nasional dan Internasional

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, Garudapost.id – Tim asesmen dari EcoNusa bersama Komunitas Nyaiwerek kembangkan potensi Jayawijaya melakukan survei dan asesmen pengembangan potensi kopi di Kabupaten Jayawijaya, daProvinsi Papua Pegunungan, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan asesmen dilakukan di lima titik sentra kopi, yakni Musafak, Waga-Waga, Walelagama, Kimbim/Piramid, dan Jagara. Dari hasil survei sementara, di setiap titik ditemukan sekitar 10 hingga 17 kelompok tani kopi yang aktif mengembangkan kopi lokal. Kegiatan serupa juga direncanakan akan dilanjutkan ke Kabupaten Lanny Jaya.

Asesmen tersebut bertujuan untuk memetakan potensi kopi lokal, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis komoditas kopi di wilayah Papua Pegunungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Komunitas Nyaiwerek Kembangkan Potensi Jayawijaya, Kedizon Kogoya, mengatakan pihaknya mengapresiasi kehadiran tim EcoNusa yang turun langsung melihat kondisi petani kopi di lapangan.

Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman Econusa yang hadir di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, untuk melihat langsung potensi kopi masyarakat,” ujar Kedizon.

Menurutnya, selama ini berbagai organisasi dan komunitas lokal telah berdiskusi mengenai pengembangan potensi daerah, termasuk pemetaan wilayah adat dan penguatan ekonomi masyarakat. Namun, tantangan utama masih terletak pada tata kelola dan pengembangan pascapanen kopi.

Ia menjelaskan, masyarakat petani kopi masih menghadapi berbagai kendala seperti minimnya sarana produksi, alat pengolahan kopi, hingga persoalan pemasaran hasil panen.

Kami akan mencoba melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, baik melalui Bappeda maupun bupati, terkait pengadaan alat seperti mesin babat, mesin pengupas kulit kopi, dan mesin penggiling kopi,” katanya.

Selain itu, Komunitas Nyaiwerek juga berharap adanya kolaborasi bersama Econusa untuk memperkuat pendampingan masyarakat tani kopi.

Kami tidak bisa bekerja sendiri. Masalah yang dihadapi petani kopi adalah masalah bersama. Karena itu perlu kerja sama antara komunitas, NGO, dan pemerintah agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari kopi,” tambahnya.

Kedizon juga mengungkapkan bahwa salah satu kebutuhan penting masyarakat adalah pembangunan tempat penampungan atau gudang kopi di setiap titik produksi. Menurutnya, keberadaan gudang akan membantu petani menyimpan hasil panen dalam jumlah besar sehingga tidak dijual secara eceran dengan harga rendah.

Ia berharap adanya pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar petani tetap semangat memproduksi kopi dengan kualitas yang baik, meskipun harga pasar sering berubah akibat permainan tengkulak musiman.

Produksi kopi ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat untuk mengurangi ketergantungan kepada pemerintah kampung maupun eksploitasi hutan. Melalui pengembangan ekonomi kopi, masyarakat bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Asesmen EcoNusa, Yemina, menjelaskan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kopi lokal di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya.

Kami sudah beberapa hari turun langsung ke lokasi kebun kopi di beberapa distrik di Jayawijaya. Respons masyarakat sangat luar biasa dan kami melihat potensi kopi di daerah ini sangat besar,” kata Yemina.

Namun demikian, ia menyebutkan bahwa kendala utama yang ditemukan di lapangan adalah persoalan pascapanen, seperti fasilitas pengeringan kopi, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga ketidakstabilan harga pasar.

Kalau masyarakat memiliki sarana-prasarana yang memadai dan akses pasar yang baik, kopi lokal Jayawijaya sebenarnya bisa dipasarkan hingga ke luar Papua bahkan ke luar negeri dalam jumlah besar,” jelasnya.

Menurut Yemina, kopi dari Jayawijaya sebelumnya juga telah memiliki pengalaman kerja sama dengan berbagai pembeli, termasuk perusahaan besar seperti Starbucks.

EcoNusa, lanjutnya, siap mendukung masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan pemasaran kopi. Namun untuk kebutuhan alat produksi dan infrastruktur, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Kami dari lembaga siap membantu dari sisi pelatihan dan pemasaran. Bahkan jika masyarakat terus berproduksi, kami siap membeli hasil kopi mereka dan mencari buyer nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ke depan akan dilakukan proses traceability atau penelusuran produk kopi untuk memenuhi standar pasar internasional.

Tujuan dari proses traceability adalah agar kopi dari Papua Pegunungan bisa masuk ke pasar internasional dengan standar yang jelas dan berkualitas,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, tim EcoNusa akan menggelar pertemuan lanjutan untuk membahas hasil survei dan menyusun langkah strategis pengembangan kopi di Papua Pegunungan.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Hadiri Manakiban dan Doa Bersama di Kediaman Abah K.H. Junaedi Al-Baghdadi, Mohon Doa serta Dukungan
Foker LSM Papua Perkuat Kolaborasi untuk Pengakuan Masyarakat Adat
Plt Kepala Distrik Musatfak Ajak Warga Kembali Berkebun, Pimpin Langsung Pembukaan Lahan Pertanian
Lulusan Polbangtan Manokwari Kembangkan Budidaya Cabai Rawit di Jayawijaya, Siap Bantu Petani Lokal
Pedagang Sayur di Pasar Kobakma Berharap Hari Pasar Ditambah untuk Tingkatkan Pendapatan
Jelang Peresmian BBM Baru B50 Oleh Presiden Prabowo Pertalite di jumlah SPBU Karawang Serempak Kosong
Pembayaran Pajak Kendaraan Kini Bisa Dicicil, Samsat Kabupaten Bekasi Permudah Layanan Wajib Pajak
P3A Realisasikan Program P3TGAI di Desa Tanjungmekar kecamatan Pakisjaya- kabupaten karawang 
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:13

Menkeu Purbaya Hadiri Manakiban dan Doa Bersama di Kediaman Abah K.H. Junaedi Al-Baghdadi, Mohon Doa serta Dukungan

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:14

Foker LSM Papua Perkuat Kolaborasi untuk Pengakuan Masyarakat Adat

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:33

Plt Kepala Distrik Musatfak Ajak Warga Kembali Berkebun, Pimpin Langsung Pembukaan Lahan Pertanian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:23

Lulusan Polbangtan Manokwari Kembangkan Budidaya Cabai Rawit di Jayawijaya, Siap Bantu Petani Lokal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:54

Pedagang Sayur di Pasar Kobakma Berharap Hari Pasar Ditambah untuk Tingkatkan Pendapatan

Berita Terbaru