Tegal,- Jateng || garudapost id
— Pemerintah Kabupaten Tegal membekali 438 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna tugas agar mampu menjalani masa pensiun secara sehat, mandiri, dan bermakna. Kegiatan Pembekalan PNS Menjelang Purna Tugas Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (15–16/9/2026), di Pendopo Amangkurat, Slawi.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Amir Makhmud menegaskan bahwa pensiun bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat.
“Pensiun ini bukan berarti selesai pengabdian pada masyarakat. Terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya atas apa yang telah Bapak/Ibu berikan selama ini tenaga, pikiran, maupun waktu. Semua itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pembangunan Kabupaten Tegal,” ujar Amir Makhmud secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tegal, Tri Priyo Laksono, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mempersiapkan peserta menghadapi perubahan lingkungan pasca-kerja, sekaligus mencegah munculnya sindrom kekosongan jabatan atau post power syndrome.
“Harapannya Bapak dan Ibu tidak kaget saat menerima Surat Keputusan pensiun, melainkan tetap berkegiatan positif di masa purna tugas,” kata Tri Priyo.
Dibagi menjadi dua kelompok masing-masing berisi 219 orang, peserta terdiri dari 19 administrator, 12 pengawas, 280 guru, 20 tenaga kesehatan, 11 pejabat fungsional tertentu, dan 96 pelaksana. Pembekalan disusun berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.
Peserta menerima tiga materi utama:
– Lansia Smart — disampaikan St. Risya Alifyanti (Dinas Kesehatan), mengajak menerapkan pola hidup sehat melalui prinsip CERDIK: Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.
– Rumah Pangan Lestari — disampaikan Rokhlani, mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga, termasuk pembuatan pestisida nabati yang aman dan ramah lingkungan.
– Membangun Kehidupan Bermakna di Masa Pensiun — disampaikan Dr. Faisaluddin, M.Psi., Psikolog (Universitas Bhamada Slawi), menekankan penerimaan diri, pembentukan identitas baru, perencanaan keuangan, serta perluasan jaringan sosial sebagai kunci transisi yang mulus.
Pemkab Tegal berharap pembekalan ini menjadi bekal agar para purnawirawan tetap aktif, bermanfaat, dan bahagia bersama keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Penulis : Red jateng
Editor : Red jateng


























