Garudapost.id – BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyiapkan pengembangan Kebun Pangan Perempuan (KPP) di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan Aktivasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI.
Langkah awal pelaksanaan program ditandai dengan rapat koordinasi pemberdayaan perempuan yang bertujuan menyamakan persepsi, membangun sinergi, dan memperkuat komitmen para pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan Kebun Pangan Perempuan.
Melalui program ini, perempuan diharapkan tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi keluarga, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
Dalam pelaksanaannya, mitra masyarakat yang terlibat dari Kabupaten Bone Bolango adalah LM Yayasan Ma’arif yang diketuai Marni Nisabu.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial P3A PPKB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Desa Ayula Selatan, Camat Bulango Selatan, Tim Yayasan Ma’arif, serta tim bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam membangun model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berperan mendukung aspek budidaya, pemanfaatan lahan, pengembangan komoditas pangan, serta penerapan praktik pertanian yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah.
Melalui Kebun Pangan Perempuan, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan dan lahan produktif untuk menanam berbagai komoditas pangan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain memperkuat ketersediaan pangan keluarga, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk olahan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Pelaksanaan proyek percontohan tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan ketahanan pangan dan gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi serta kemandirian perempuan, dan pelestarian potensi tanaman serta kuliner lokal.
Ketiga pilar tersebut diharapkan saling mendukung dalam menciptakan keluarga yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan para pemangku kepentingan, Kebun Pangan Perempuan di Desa Ayula Selatan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berpotensi dikembangkan di wilayah lain.
Program ini menempatkan perempuan sebagai salah satu penggerak penting ketahanan pangan keluarga sekaligus pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.



















