Garudapost.id-Piru/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan yang produktif melalui pembukaan booth penjualan hasil panen Warga Binaan di depan area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Jumat (31/07). Booth tersebut menghadirkan Pepaya California yang dipanen sehari sebelumnya, Kamis (30/07), sebagai hasil nyata Program Ketahanan Pangan yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas Piru.
Sebanyak 15 buah Pepaya California ditawarkan kepada para pengunjung yang datang mengakses layanan di PTSP. Kehadiran booth mendapat sambutan positif, bahkan seluruh buah yang dipasarkan habis terjual. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa penjualan hasil panen merupakan bagian dari upaya memperkenalkan produk karya Warga Binaan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat produktivitas selama menjalani masa pembinaan. “Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga membangun keterampilan, tanggung jawab, dan kemandirian Warga Binaan. Kami ingin membuktikan bahwa pembinaan di Lapas mampu menghasilkan produk yang bernilai, berkualitas, dan diterima masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa keberhasilan penjualan perdana dengan menggunakan booth ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis ketahanan pangan. “Program ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi bekal positif bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, kami akan menghadirkan booth khusus sebagai wadah pemasaran hasil pertanian maupun kerajinan tangan karya Warga Binaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tegasnya.
Salah seorang pengunjung, Eka Hehalatu, mengaku senang dapat membeli hasil panen Warga Binaan. Menurutnya, pepaya yang dijual memiliki kualitas yang baik dan menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Piru berjalan secara nyata. “Saya senang bisa membeli langsung hasil panen ini. Buahnya terlihat segar dan berkualitas. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena selain bermanfaat bagi masyarakat, juga memberikan dukungan bagi Warga Binaan untuk terus berkarya,” ungkapnya.
Keberhasilan panen serta penjualan seluruh hasil panen tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat Program Ketahanan Pangan di Lapas Piru. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Piru terus menghadirkan program yang produktif, bernilai ekonomi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung akselerasi pembangunan Pemasyarakatan yang semakin berdampak.

















