Garudapost.id | Medan – 8 April 2026, Negara superpower didikte Iran dengan 10 perjanjian yang berat bagi AS tapi harus menerima ketimbang korban tentara AS terus berjatuhan apalagi menanggung kekalahan yang akan lebih memalukan.
Iran sangat percaya diri mendikte AS karena sudah menguasai psikologi perangnya bahwa Iran kuat melalui persiapan yang sudah lama, rudal-rudal balistiknya yang mempesona, proxy-proxy-nya di berbagai negara dan dukungan sipil dari masyarakat dunia melalui media sosia.
Selain sudah kalah secara psikologis, Trump akan tetap dituntut mundur karena sudah membawa AS pada sikap liar yang merugikan Amerika Serikat secara psikologis, politik dan ekonomi.
Akhirnya, melihat sikap kontra yang luas pada Trump di dalam negeri untuk tak perang dengan Iran, suara dari kongres, dari tokoh-tokoh politik dan demo jutaan rakyat AS, ini sebenarnya bukan kekalahan Amerika Serikat melawan Iran, tapi kekalahan Trump-Netanyahu vs Mujahid Bersorban: Seyyed Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, Masoud Pezeshkian, Abbas Araghchi dan para pimpinan IRGC, yang telah membanggakan rakyat Iran dan menggembirakan rakyat dunia. (Redaksi)





