GORONTALO , Garudapost.id— Upaya membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika terus diperkuat hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba” di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan edukasi yang berlangsung Jumat 11/9 itu menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik di lapangan, tetapi turut mengambil peran sebagai agen edukasi dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Tenggela, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya. Edukasi menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gorontalo yang memberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus hingga masyarakat.
Pemateri BNN Kabupaten Gorontalo, Nurlian Jasin, S.Pd., MM, menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan, pendidikan, psikologis, sosial, dan masa depan generasi muda.
Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari pengetahuan dan kesadaran. Generasi muda perlu dibekali pemahaman agar mampu menjaga dirinya, lingkungan pergaulan, serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” jelas Nurlian.
Ia menilai, pengetahuan sejak dini menjadi salah satu kunci penting agar generasi muda mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkotika, mengambil keputusan secara sehat, sekaligus memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang dapat merusak masa depan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UNG, Sri Indriyani S. Dai, SE., ME, mengatakan program KKN Tematik Generasi Emas dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan akademik, tetapi sebagai proses pembelajaran kontekstual sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam edukasi pencegahan narkoba memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik melalui komunikasi sosial, edukasi, pemetaan kebutuhan masyarakat, serta penguatan partisipasi generasi muda.
“Program KKN ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan realitas sosial di masyarakat. Melalui edukasi pencegahan narkoba, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Sri Indriyani.
Ia menambahkan, keberhasilan pencegahan narkoba tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, BNNK, tokoh masyarakat, keluarga, serta kelompok pemuda.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan desa yang sehat, edukatif, aman, dan memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika.
Kepala Desa Tenggela,Nasir Suleman turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNG yang menjadikan pencegahan narkoba sebagai salah satu agenda edukasi di desa.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset penting bagi keberlanjutan pembangunan desa. Karena itu, para pemuda didorong untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif, seperti olahraga, kewirausahaan, kegiatan sosial, kreativitas, serta berbagai aktivitas kepemudaan.
Di sisi lain, Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik UNG, Mohammad Nabil Hasan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan manfaat nyata selama berada di tengah masyarakat.
“Kami berharap edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi awal dari gerakan bersama di desa. Generasi muda harus memiliki pengetahuan, kesadaran, dan keberanian untuk menolak narkoba,” tegas Mohammad Nabil.
Ia mengatakan, mahasiswa KKN berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat agar pesan pencegahan narkoba dapat diterima secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif tersebut, program KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba di Desa Tenggela diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus membangun karakter generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Program ini juga menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dari desa, mahasiswa belajar memahami persoalan nyata; dari masyarakat, perguruan tinggi memperoleh ruang untuk menghadirkan solusi yang relevan.
Dari Desa Tenggela, pesan itu kemudian menjadi sederhana namun penting mencegah narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi masa depan tumbuh sehat, berkarakter, dan bebas narkoba.


























