WAMENA, Garudapost.id— Pendidikan sekolah adat dinilai menjadi salah satu inovasi berbasis kearifan lokal yang hadir di tengah masyarakat adat Papua Pegunungan untuk membuka akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah pedalaman.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Adat, Ambrosius Haluk, dalam keterangannya di Wamena, Selasa (8/9/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap generasi muda Papua memiliki impian dan potensi besar untuk berkembang serta mampu bersaing di tengah tuntutan era globalisasi.
Menurut Ambrosius, pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi muda sekaligus membuka cakrawala pengetahuan dan kesempatan bagi anak-anak Papua untuk melihat dunia yang lebih luas.
“Melalui pendidikan, kita dapat membuka cakrawala dunia bagi generasi muda. Pendidikan juga dapat menjadi jalan untuk memperbarui dan membangun wilayah yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ia mengatakan, masih terdapat anak-anak di wilayah pedalaman yang menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, termasuk ruang belajar yang layak. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Ambrosius menilai keterbatasan fasilitas tidak seharusnya menjadi alasan untuk menganggap anak-anak pedalaman memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan siswa yang berada di perkotaan.
Menurutnya, anak-anak kampung dan pedalaman memiliki potensi serta kemampuan yang sama untuk berkembang dan bersaing dengan siswa dari kota maupun daerah lain yang memiliki fasilitas pendidikan lebih maju.
“Anak-anak pedalaman dan anak-anak kampung memiliki kualitas dan kemampuan untuk bersaing dengan siswa-siswi di kota maupun daerah maju di Indonesia. Yang kami butuhkan adalah kesempatan, fasilitas, dan perhatian yang memadai,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat melalui instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap keberadaan sekolah adat dan kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.
Ambrosius juga berharap dukungan pemerintah tidak hanya berupa kebijakan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan fasilitas sekolah, ruang belajar yang layak, serta dukungan terhadap tenaga pendidik dan pengembangan program pendidikan berbasis masyarakat adat.
“Kami anak-anak sekolah adat di pedalaman sangat membutuhkan perhatian untuk mewujudkan impian masa depan. Namun, sampai saat ini kami masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan belum mendapatkan perhatian yang maksimal dari pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa investasi pada pendidikan anak-anak pedalaman merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi Papua yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.(*)
Penulis : Julianus surabut
Editor : Admin
Sumber Berita: https//:Garudapost.id




























