KKN Tematik UNG Dorong Warga Helumo Olah Hasil Perikanan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BONE BOLANGO, Garudapost . Id— Pemanfaatan hasil perikanan tidak harus berhenti pada penjualan ikan segar. Di Desa Helumo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong masyarakat mengolah potensi perikanan lokal menjadi produk pangan yang lebih beragam, higienis, tahan simpan, dan bernilai ekonomi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Inti Ketahanan Pangan dan Diversifikasi Produk Olahan Hasil Perikanan yang digelar di Kantor Desa Helumo, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengangkat tema “Diversifikasi Produk Olahan Hasil Perikanan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Helumo, Kecamatan Suwawa”, kegiatan ini menyasar kelompok usaha, kelompok perempuan, serta masyarakat Desa Helumo.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik II UNG, Moh. Zulkifli Taabi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong masyarakat melihat potensi perikanan dari sisi yang lebih luas.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjual ikan dalam kondisi segar, tetapi dapat mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat meningkatkan peluang ekonomi keluarga,” ujar Zulkifli.

Dalam kegiatan tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG, Azisah Azzahra Sudirman, M.Si., Siti Fauziah, M.Eng., dan Yunita Djamalu, ST., MT., turut memberikan pendampingan dan materi kepada peserta.

Materi sosialisasi diarahkan pada penguatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih panjang serta nilai tambah.

Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah pemanfaatan teknologi tepat guna berupa pengering ikan higienis tipe rumah kaca. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alternatif untuk membantu masyarakat menghasilkan ikan kering melalui proses pengolahan yang lebih bersih, higienis, dan terkontrol.

Selain pengeringan ikan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengolahan ikan menjadi abon, sanitasi dan pengendalian mutu, teknik pengemasan dan pelabelan, hingga pencatatan biaya produksi serta penentuan harga jual.

Aspek legalitas dan keamanan pangan juga menjadi bagian dari materi, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keamanan untuk dikonsumsi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, serta praktik dan demonstrasi pemanfaatan hasil perikanan.

Menurut Zulkifli, keterampilan pengolahan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara bertahap.

“Program ini tidak berhenti pada pelatihan. Kami berharap masyarakat bisa melakukan uji coba produksi, melihat kualitas produk, menghitung biaya produksinya, kemudian mulai memasarkannya secara bertahap,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong untuk melihat ikan bukan sekadar komoditas yang dijual dalam kondisi segar, tetapi juga sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.

Bagi masyarakat Desa Helumo, langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan potensi ekonomi rumah tangga.

Jika dikembangkan secara konsisten, ikan kering higienis dan abon ikan berpeluang menjadi salah satu produk unggulan Desa Helumo yang memiliki daya simpan lebih panjang dan pasar yang lebih luas.

Program KKN Tematik II UNG tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang cara mengolah ikan, tetapi juga tentang bagaimana potensi lokal dapat diubah menjadi sumber pangan, keterampilan, dan peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala Sekolah Adat Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan Anak Pedalaman Papua Pegunungan
PRAMUKA SMK MITRA KARYA RENGASDENGKLOK RAIH JUARA UMUM LT-II KWARAN RENGASDENGKLOK 2026
Bupati Majalengka Luruskan Video Sidak MBG Viral: Justru Siswa Dukung
Pengurus Baru Asrama Nabire di Manokwari Dilantik, Pembina Tekankan Integritas Mahasiswa
SDN Amansari II Borong Prestasi, Hamzah Juara 1 Nembang Pupuh dan Toni Ababil Juara 2 Ngadongeng di FTBI Kab. Karawang 2026
Disdikbud Karawang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
Zahwa Safira Raih Juara 3 Grand Final Mojang & Jajaka Jaipong Jawa Barat 2026 Kategori SD Priangan Barat
SMA Negeri 1 Wamena Donasikan Buku Bacaan untuk Sekolah Adat Walelagama
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:47

KKN Tematik UNG Dorong Warga Helumo Olah Hasil Perikanan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Selasa, 8 September 2026 - 22:09

Kepala Sekolah Adat Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan Anak Pedalaman Papua Pegunungan

Senin, 7 September 2026 - 21:07

PRAMUKA SMK MITRA KARYA RENGASDENGKLOK RAIH JUARA UMUM LT-II KWARAN RENGASDENGKLOK 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:44

Bupati Majalengka Luruskan Video Sidak MBG Viral: Justru Siswa Dukung

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:08

Pengurus Baru Asrama Nabire di Manokwari Dilantik, Pembina Tekankan Integritas Mahasiswa

Berita Terbaru