Garudapost.id | LABURA, Harapan memiliki tubuh sempurna itu adalah merupakan sifat manusiawi semua orang, namun hal itu tidak bisa di wujudkan oleh SN (22 Tahun) warga dusun VIII desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penyandang Disabilitas sejak ia lahir yang mengalami Sindaktili: (Kelainan di mana dua jari tangan atau kaki atau lebih menyatu). Dan Sindrom Tetra Amelia: (Kondisi langka di mana bayi terlahir tanpa tangan dan kaki).
Rasa kesempurnaan itu ia rasakan sejak adanya bantuan kaki palsu dari Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus Enam tahun silam. Namun kaki palsu tersebut telah mengalami kerusakan sehingga SN dalam menggunakannya sudah tidak nyaman lagi. Karena keterbatasannya SN tetap memakai kaki palsu tersebut.
Karena memiliki pengalaman Enam tahun silam mendapat bantuan dari orang nomor satu di Kabupaten Labuhanbatu Utara. SN mencoba keberuntungannya untuk bermohon bantuan kaki palsu kembali ke instansi yang membidangi yakni dinas Sosial LABURA melalui Kepala Bidang Rehabilitasi sosial Muhammad Arifin.
Via WhatsApp Pemimpin Redaksi media aspirasinasional.com permohonan itu SN sampaikan pada tanggal 17 Desember 2025. Muhammad Arifin saat itu berjanji akan merealisasikannya pada tahun 2026.
Karena telah menyita waktu hampir Empat bulan lamanya dan tidak ada kabar dari dinas Sosial LABURA terkhusus dari Kepala Bidang Rehabilitasi sosial Muhammad Arifin. Pemimpin Redaksi media aspirasinasional.com kembali mengkonfirmasi Muhammad Arifin via WhatsApp pada tanggal 2 April 2026.
Saat di konfirmasi Muhammad Arifin menjawab, “Nanti kita ajukan ya Sup di TW Empat bulan Duabelas, kami cek lapangan duluh, kirimkan photo KK nya.” Jawab Muhammad Arifin singkat.
Hingga berita ini di terbitkan permohonan bantuan kaki palsu SN (22 Tahun) belum juga di realisasikan oleh pihak Dinas Sosial LABURA. (Redaksi)
Sumber: Muhammad Yusup Harahap
PWDPI DPC Labura

















