Garudapost.id-Ambon/ Pemasyarakatan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi benar-benar memberi manfaat dan dampak bagi masyarakat.
Semangat itulah yang mengemuka saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maluku, H. Djumadi Wali di Ambon. Kamis (17/9).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas sektor. Sejumlah peluang kolaborasi dibicarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi.
Ricky mengatakan, tantangan pemasyarakatan saat ini membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, membangun jejaring kerja sama menjadi langkah penting untuk memastikan pemasyarakatan terus berkembang dan mampu memberikan dampak yang lebih luas.
“Kami menyadari bahwa pemasyarakatan tidak mungkin berjalan sendiri. Ada banyak hal yang membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder lain. Karena itu, kami terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memperkuat pembinaan dan memberikan manfaat nyata,” kata Ricky.
Menurutnya, sinergi lintas sektor bukan sekadar membangun hubungan antar lembaga, tetapi harus diarahkan pada kerja sama yang konkret dan memiliki hasil yang dapat dirasakan.
“Yang paling penting bukan hanya bertemu dan berkoordinasi, tetapi bagaimana komunikasi ini bisa diterjemahkan menjadi kerja nyata. Kami ingin setiap kolaborasi yang dibangun memiliki dampak, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” lanjutnya.
Kepala Kanwil Kemenhaj Maluku, H. Djumadi Wali menyampaikan apresiasi atas terbukanya ruang komunikasi dan kolaborasi tersebut. Ia menilai, kerja sama antarlembaga dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan program pemerintah yang lebih terintegrasi dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami melihat banyak ruang yang bisa dikolaborasikan. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi, tetapi ketika kita duduk bersama dan membangun komunikasi, tentu akan ada hal-hal yang bisa dikerjakan bersama untuk memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat terus dijaga dan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret.
Bagi Kanwil Ditjenpas Maluku, pertemuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun pemasyarakatan yang semakin terbuka terhadap kolaborasi. Sebab, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari bagaimana sistem berjalan di dalam lembaga pemasyarakatan, tetapi juga dari sejauh mana pembinaan mampu memberikan perubahan dan manfaat ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Semangat pemasyarakatan yang berdampak pun terus digaungkan. Setiap pintu kolaborasi akan dibuka, setiap potensi sinergi akan diperkuat, dan setiap kerja sama diarahkan agar menghasilkan manfaat yang nyata.
Dari ruang pertemuan, sinergi diharapkan bergerak menjadi aksi. Dari kolaborasi, lahir dampak. Dan dari pemasyarakatan yang bekerja bersama, hadir manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Maluku.


























