Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui budidaya cabai. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (9/10) ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaan kegiatan rutin tersebut, Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid, memberikan pendampingan langsung kepada para warga binaan saat melakukan pemeriksaan berkala terhadap empat puluh tiga tanaman cabai yang telah dipindahkan ke area tanam utama. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, komoditas hortikultura tersebut menunjukkan progres pertumbuhan yang sangat baik dan sebagian besar di antaranya kini telah memasuki fase pembuahan.
Kondisi vegetatif dan generatif tanaman yang positif ini menjadi fokus utama jajaran Lapas Geser dalam menentukan langkah perawatan lanjutan. Fokus utama saat ini diarahkan pada aspek pencegahan serta pengendalian hama terpadu guna memastikan tanaman tetap sehat dan produktif hingga masa panen tiba.
M. Alhamid menjelaskan bahwa manajemen perawatan tanaman harus dilakukan secara intensif dan berkala, terutama saat tanaman mulai memproduksi buah. Menurutnya, proteksi dini terhadap serangan hama merupakan faktor krusial untuk menjaga kualitas batang, daun, hingga buah cabai agar tetap tumbuh optimal.
“Hari ini kami melakukan monitoring langsung terhadap tanaman cabai yang telah dipindahkan beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, tanaman tumbuh subur dan sudah mulai berbuah. Tahapan krusial berikutnya adalah melakukan preventif terhadap serangan hama yang berpotensi merusak batang maupun daun. Kami juga sangat selektif dalam memilih jenis pestisida, dengan memprioritaskan efektivitas, kemudahan akses, serta harga yang keterjangkauan,” ujar Alhamid.
Senada dengan hal tersebut, salah satu petugas Lapas Geser yang turut mengawal jalannya kegiatan, Abdul Salim, memastikan bahwa seluruh proses perawatan hari ini telah berjalan sesuai dengan tahapan agronomi yang tepat. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam pemeliharaan merupakan kunci utama keberhasilan budidaya.
“Bibit yang sebelumnya disemai dan siapkan bersama warga binaan kini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Agenda hari ini merupakan fase lanjutan untuk memastikan pemeliharaan dilakukan secara komprehensif dan intensif,” terang Abdul Salim.
Sementara itu, Salah seorang Warga Binaan berinisial SB, yang terlibat aktif dalam proses budidaya cabai ini mengaku sangat antusias dan bersyukur dapat terlibat aktif dalam program ini dari hulu ke hilir.
“Saya sangat senang bisa dilibatkan langsung, mulai dari proses awal penyemaian bibit hingga tahap perawatan intensif hari ini. kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus menambah pengalaman baru bagi saya mengenai teknik budidaya cabai yang benar agar bisa menghasilkan panen yang melimpah,” tutur SB.
Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa program budidaya cabai ini merupakan salah satu program unggulan yang dirancang secara berkelanjutan. Menurutnya, sektor pertanian merupakan wadah yang sangat strategis untuk membentuk mentalitas produktif warga binaan, sekaligus menjadi instrumen pendukung ketahanan pangan.
“Pembinaan kemandirian di bidang agribisnis ini adalah langkah konkret kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang bernilai guna. Kami berkomitmen agar program ini dapat berjalan konsisten dan terus berkembang. Harapannya, modal keahlian dan berwirausaha ini dapat menjadi bekal yang bernilai ekonomis bagi mereka saat terintegrasi kembali ke tengah-tengah masyarakat nanti,” pungkas Nober.
Melalui pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara terstruktur dan rutin ini, komoditas cabai di Lapas Geser diharapkan dapat berproduksi secara maksimal hingga masa panen. Lebih dari itu, program ini diharapkan sukses mentransformasikan warga binaan menjadi insan yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi perekonomian masyarakat.


















