Garudapost.id-Wahai/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bekerja sama dengan TNI-Polri dirikan Pos Bantuan Pengamanan Bersama di lingkungan Lapas, Jumat (9/10). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta menjaga stabilitas keamanan di tengah situasi tanggap darurat.
Pendirian pos tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan dukungan pengamanan yang diajukan Lapas Wahai kepada Koramil 1502-05 dan Polsek Wahai. Personel TNI-Polri dijadwalkan berjaga secara bergiliran selama satu minggu, mulai 9 hingga 16 Oktober 2026.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtib dan memastikan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan berjalan dengan baik.
“Stabilitas kamtib merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan. Kami tidak ingin menunggu terjadinya gangguan untuk mengambil langkah. Melalui koordinasi dan sinergi bersama TNI-Polri, kami berupaya memperkuat deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan seluruh jajaran siap menghadapi berbagai potensi kerawanan,” ujar Tersih. Ia juga mengapresiasi respons cepat Kapolsek Wahai yang turun langsung ke lapangan untuk mendukung pengamanan di Lapas Wahai.
Sementara itu, Kapolsek Wahai, AKP Fahrul Sabban, tekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan di lingkungan Lapas.
“Sinergi antara kepolisian, TNI, dan jajaran Pemasyarakatan sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kami mendukung langkah-langkah preventif yang dilakukan Lapas Wahai melalui peningkatan kewaspadaan dan koordinasi di lapangan. Harapannya, situasi keamanan tetap terjaga sehingga seluruh aktivitas di lingkungan Lapas dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” ungkap Fahrul.
Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku agar seluruh satuan kerja tingkatkan kewaspadaan, memperkuat deteksi dini, dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan terkait.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kolaborasi penting untuk menjaga keamanan di seluruh satuan kerja Pemasyarakatan.
“Setiap satuan kerja Pemasyarakatan harus memiliki kesiapsiagaan yang baik dan mampu melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Koordinasi yang kuat dengan TNI-Polri menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung stabilitas keamanan. Saya mengapresiasi langkah Lapas Wahai yang proaktif membangun komunikasi dan meminta dukungan pengamanan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keamanan serta kelancaran pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” tegas Ricky.
Lapas Wahai akan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri dan meningkatkan kewaspadaan petugas untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtib. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keamanan sekaligus memastikan pelayanan dan pembinaan terhadap Warga Binaan tetap berjalan.

















