Pemalang -Jateng||garudapost.id- Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di SMPN 1 mendadak tegang ketika puluhan guru dan siswa peserta lomba tebak kata tiba-tidak tidak bisa mengeluarkan suara alias bisu total, Aksi mogok bicara secara serentak ini sempat membuat panik panitia penyelenggara sebelum terungkap sebagai strategi kocak untuk mengecoh lawan.
Peristiwa tersebut bermula pada babak final lomba tebak kata antar-kelas dan antar Guru yang diadakan di halaman utama sekolah, masih dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan, Panitia mewajibkan peserta mengenakan alat peredam suara buatan dan melarang penggunaan gestur tubuh yang berlebihan.
Namun, ketika peluit tanda mulai dibunyikan, para peserta dari kelompok guru dan perwakilan siswa justru terdiam seribu bahasa tanpa bergerak sama sekali. Mereka sengaja melakukan aksi bisu massal selama beberapa menit, untuk menguji tingkat kesabaran juri dan mengundang gelak tawa penonton yang memadati area lapangan sekolah setempat.
Kepala Sekolah SMPN 1 Petarukan Purwaningsih saat dikonfirmasi terkait acara lomba unik tersebut mengatakan sambil tersenyum, bahwa lomba tabak kara, diselenggarakan untuk memperingati HUT RI Ke-81 , disamping itu untuk menguji mengasah kemampuan mempelajari gestur tubuh seseorang saat bicara tanpa kata, hanya tangan sebagai alat peraga saja.
“Awalnya saya sempat kaget dan mengira ada kejadian luar biasa atau gangguan pita suara massal karena tegang, Ternyata ini kreativitas anak-anak dan guru yang ingin memberikan kejutan lucu di hari kemerdekaan. Ini membuktikan bahwa semangat 17-an bisa dirayakan dengan cara yang menghibur dan penuh kebersamaan,” tuturnya sambil menahan tawa,pada Selasa (18/8 ).
Terpisah Aulia ( 15 ) Seorang siswa kelas VIII , mengaku sangat menikmati perlombaan yang digelar pihak sekolahnya tersebut, pasalnya bisa mengurangi stres dan memberikan rasa fresh untuk dirinya beserta temannya, setelah setiap hari jam sekolah’ berkutat dengan jadwal mata pelajaran di kelasnya,
“Kami latihan diam ini dari semalam pak , Biar juri bingung mau menilai dari mana. Rasanya lucu banget pas lihat penonton mulai panik dan mengira kami beneran nggak bisa ngomong gara-gara terlalu semangat teriak yel-yel sebelumnya,ini asik dan seru banget rasanya stress hilang,” ucapnya dengan nada malu malu menahan lucu.
Aksi bisu massal yang mengundang tawa ini akhirnya ditutup dengan pemberian penghargaan khusus kategori
Paling Absurd dan Kreatif oleh panitia sekolah. Perayaan HUT RI ke-81 di SMPN 1 Petarukan,acara pun ditutup dengan sorak sorai gembira bersama seluruh warga sekolah.
Penulis : 𝗥𝗮𝗴𝗶𝗹
Editor : 𝗥𝗲𝗱 𝗷𝗮𝘁𝗲𝗻𝗴

























