MANOKWARI, GARUDAPOST.ID – Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang menempuh pendidikan di Kota Manokwari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar seminar sehari bertajuk pengembangan diri dan isu-isu kontemporer, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kontrakan Pemerintah Daerah (Pemda) Yahukimo di Manokwari tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta sejumlah senior yang telah menyelesaikan studi namun masih berdomisili di Manokwari.
Seminar menghadirkan dua pemateri utama. Materi pertama disampaikan oleh Edim Bahabol dengan tema “Membentuk Karakter Mahasiswa yang Adaptif, Berintegritas, dan Berdaya Saing di Era Society 5.0 Berlandaskan Nilai-Nilai Kristen.” Sesi yang dimoderatori Lamek Bahabol itu berlangsung pukul 08.00–11.00 WIT dan diakhiri dengan diskusi interaktif.
Dalam pemaparannya, Edim Bahabol menekankan pentingnya generasi muda memiliki kemampuan intelektual yang seimbang dengan kekuatan mental dan spiritual.
“Anak muda harus mampu menganalisis perkembangan zaman. Namun yang terpenting adalah membangun mental dan rohani yang kuat. Jika rohani sehat, maka kehidupan juga akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh senior mahasiswa, Maikel Yalak, dengan topik “Transhumanisme dan Ancaman terhadap Nilai-Nilai Kemanusiaan.” Sesi yang dimoderatori Elsiana Siringon berlangsung pukul 13.00–16.00 WIT.
Dalam paparannya, Maikel mengajak peserta untuk memahami secara kritis berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dampaknya terhadap kehidupan manusia di masa depan.
“Mahasiswa perlu terus belajar, berdiskusi, dan mengkaji berbagai isu global agar memiliki pemahaman yang luas serta mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijaksana,” katanya.
Kegiatan seminar juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta yang diwakili Anton Moy. Sertifikat diserahkan oleh senior mahasiswa, Mika Sam, yang selama ini aktif mendukung kegiatan organisasi mahasiswa Yahukimo di Manokwari.
Ketua panitia melalui Biro terkait, Wetinus Kobak, menyampaikan apresiasi kepada para pemateri yang telah membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta.
“Materi yang disampaikan hari ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai ruang belajar dan refleksi bersama,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Korwil IMA Siep yang menilai bahwa seminar menjadi bentuk refleksi positif mahasiswa dalam mengisi momentum peringatan kemerdekaan.
“Di tengah berbagai kegiatan perayaan 17 Agustus, mahasiswa memilih mengisi waktu dengan diskusi dan pengembangan diri. Ini menjadi langkah baik untuk memperkuat pemikiran dan semangat kebersamaan,” katanya.
Seminar ditutup dengan doa bersama dan sesi foto untuk mengabadikan semangat kebersamaan serta komitmen mahasiswa Yahukimo dalam meningkatkan kapasitas intelektual di tengah perkembangan zaman.
(YZ/red)

























