Garudapost.id- Sangihe, Pemerintah resmi menaikkan status kewaspadaan Gunung Awu yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dari Level II menjadi Level III atau Siaga. Keputusan ini diberlakukan mulai Selasa, 19 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.
Kenaikan status ini ditetapkan Badan Geologi Kementerian ESDM setelah mendeteksi peningkatan aktivitas seismik yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan nomor 912.Lap/GL.03/BGL/2026, sejak awal Mei hingga tanggal 18 bulan yang sama, tercatat terjadi 519 kali gempa vulkanik dangkal, 24 kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa tektonik lokal, serta 454 kali gempa tektonik jarak jauh.
Kondisi semakin meningkat pada 19 Mei pagi hingga siang hari, di mana tercatat lagi 74 kali gempa dangkal dan 3 kali gempa dalam. Pihak berwenang menegaskan kondisi ini butuh perhatian serius, mengingat letusan Gunung Awu dapat terjadi secara tiba-tiba dan cepat.
Secara visual, kawah gunung terlihat mengeluarkan asap berwarna putih dengan ketinggian antara 10 hingga 200 meter di atas permukaan kubah lava. PVMBG juga mengingatkan adanya risiko letusan baik jenis magmatik maupun freatik, serta kemungkinan runtuhnya kubah lava jika tekanan di dalam saluran magma terus bertambah.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dilarang mendekat atau beraktivitas di wilayah dalam radius 4 kilometer dari kawah utama. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan hanya mempercayai informasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari penyebaran kabar yang tidak jelas kebenarannya. Pemantauan secara terus-menerus juga dilakukan untuk mengikuti perkembangan kondisi gunung berapi ini.(Rc)

















