Karawang, GarudaPost.id — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan komitmennya untuk melindungi para guru yang berani melaporkan kecurangan dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Kamis (2/4/2026)
Pernyataan tegas itu disampaikan Aep usai melantik 353 kepala sekolah SD dan SMP di Karawang. Ia bahkan menyatakan siap “pasang badan” demi memastikan para pelapor tidak mendapat tekanan atau intimidasi.
“Tidak usah takut kalau terjadi kecurangan dalam penyaluran MBG, laporkan saja langsung ke saya. Kalau tidak sempat, silakan unggah di media sosial, nanti akan kami tindak lanjuti,” ujar Aep.
Menurutnya, peran guru sangat vital dalam mengawasi jalannya program MBG di sekolah. Hal ini mengingat besarnya anggaran yang beredar di Karawang, yang mencapai sekitar Rp2 triliun setiap tahun.
Aep menjelaskan, skema anggaran MBG telah diatur dengan jelas oleh pemerintah, yakni Rp10.000 untuk makanan siswa, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp2.000 untuk kebutuhan dapur.
“Jadi aturan mainnya tinggal dilaksanakan saja, jangan dikurangi, karena semua sudah ada bagiannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar hak siswa sebesar Rp10.000 benar-benar diterima secara utuh dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain. Begitu juga dengan anggaran operasional dan dapur yang harus digunakan sesuai peruntukannya.
“Kalau diambil untuk hal lain, itu tidak baik dan bisa menimbulkan masalah. Sebaiknya ikuti aturan agar semuanya berjalan lancar,” katanya.
Dengan besarnya anggaran tersebut, Aep menekankan pentingnya pengawasan bersama, termasuk dari para guru di sekolah.
“Saya akan melindungi guru yang mengungkap adanya kecurangan. Mari kita awasi bersama penyaluran MBG di setiap sekolah,” pungkasnya.
Penulis : ( Suganda )
















