WAMENA, Garudapost.id— Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Dr. Suriel Samuel Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil. (Oxon), mendorong penguatan dan pengembangan perguruan tinggi di Provinsi Papua Pegunungan agar generasi muda dapat memperoleh pendidikan berkualitas di daerah sendiri.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media seusai menghadiri wisuda ke-XVIII Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena, di Hotel Baliem Pilamo, Jln Trikora, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (28/10/2026).
Dalam keterangannya, Mofu menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan STIPER Petra Baliem Wamena menyelenggarakan wisuda merupakan salah satu bukti kemajuan pendidikan tinggi di Papua Pegunungan.
“Saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ini merupakan prestasi dan kemajuan yang luar biasa bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah Papua Pegunungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa LLDIKTI Wilayah XIV memiliki peran dalam memfasilitasi, membina, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, ia berharap seluruh perguruan tinggi terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta pelayanan akademik bagi mahasiswa.
Mofu menegaskan bahwa pengembangan perguruan tinggi di Papua Pegunungan memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi yang berkualitas di daerah sendiri dapat membantu mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mengirim anak-anak mereka menempuh pendidikan ke luar Papua Pegunungan.
Ia menggunakan istilah *honai*, rumah tradisional masyarakat Pegunungan Papua, sebagai gambaran pentingnya membangun dan memperkuat pendidikan di tanah sendiri.
“Kalau anak-anak kita bisa sekolah di sini, honai kita perkaya di sini. Jangan terus mengirim anak-anak ke honai-honai lain. Kalau bisa belajar di honai sendiri, ekonomi kita meningkat dan masyarakat mendapat manfaat yang besar,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi lokal tidak hanya berperan dalam mencetak sumber daya manusia, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Dengan semakin berkembangnya perguruan tinggi di Papua Pegunungan, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.
Selain mendorong penguatan lembaga pendidikan tinggi, Mofu juga berpesan kepada para lulusan agar memiliki rasa percaya diri, optimisme, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia menilai perkembangan teknologi dan informasi saat ini membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan mengembangkan potensi daerah.
Menurutnya, Kabupaten Jayawijaya memiliki potensi sumber daya yang besar, termasuk di sektor pertanian. Potensi tersebut perlu didukung dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Potensi di Jayawijaya sangat besar. Karena itu, anak-anak muda harus mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa teknologi tidak boleh hanya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga perlu digunakan untuk mengembangkan gagasan, menyusun rencana, serta menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mofu berharap para lulusan STIPER Petra Baliem Wamena mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan menjadi bagian dari kemajuan pembangunan Papua Pegunungan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan peluang yang tersedia dengan sikap positif serta penuh tanggung jawab.
“Anak-anak Papua harus percaya diri, optimistis, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membangun masa depan yang lebih baik,”ujurnya(*)
Penulis : Julianus surabut
Editor : Admin papua
Sumber Berita: https://garudapost.id



















