STIPER Petra Baliem Wamena Wisuda 70 Sarjana, Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id— Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena menggelar wisuda ke-XVIII bagi 70 lulusan dari dua program studi, yakni Agroteknologi dan Agribisnis, di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (28/10/2026).

Prosesi wisuda berlangsung meriah dan penuh sukacita. Acara tersebut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, perwakilan pemerintah daerah, jajaran civitas akademika, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Ketua STIPER Petra Baliem Wamena, Dr. Anti Uni Maharani, S.P., menyampaikan bahwa sebanyak 70 mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi pada tahun akademik ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah tersebut, 40 orang merupakan lulusan Program Studi Agribisnis, sedangkan 30 orang lainnya berasal dari Program Studi Agroteknologi.

Ia berharap para lulusan tidak hanya menjadikan gelar akademik sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama empat tahun perkuliahan untuk mendukung pembangunan pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami dari institusi berharap para lulusan dapat mempraktikkan dan mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh selama empat tahun, terutama melalui pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, STIPER Petra Baliem Wamena selama ini telah berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang pertanian. Sejumlah alumni telah terserap di dunia kerja, termasuk sebagai tenaga penyuluh pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di lingkungan pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Salah satu pendekatan yang perlu dikembangkan, lanjutnya, adalah pertanian organik yang mengutamakan penggunaan bahan alami dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk serta pestisida kimia sintetis.

Menurut Anti, pendekatan tersebut memiliki kesesuaian dengan praktik pertanian tradisional dan kearifan lokal masyarakat Papua Pegunungan yang selama ini memanfaatkan sumber daya alam dalam kegiatan bercocok tanam.

Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk mengembangkan inovasi pertanian yang tetap menghargai budaya lokal sekaligus memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain memasuki dunia kerja, lulusan juga diharapkan mampu membuka peluang usaha secara mandiri, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menjadi penggerak pertanian modern yang sesuai dengan kondisi wilayah Papua Pegunungan.

“Harapan kami, baik dosen, staf maupun seluruh keluarga besar STIPER Petra Baliem Wamena, ilmu yang diperoleh para lulusan dapat bermanfaat dan membawa mereka menuju kesuksesan di bidang pertanian,” ungkapnya.

Ia juga berharap para sarjana baru mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, terutama para petani di kampung-kampung, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Wisuda ke-XVIII ini menjadi momentum bagi STIPER Petra Baliem Wamena untuk terus memperkuat kontribusinya dalam mencetak tenaga profesional pertanian yang kompeten, mandiri, dan siap mendukung pembangunan daerah.

Melalui 70 lulusan baru tersebut, STIPER Petra Baliem Wamena diharapkan dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan menjadi pelopor kemajuan pertanian di Tanah Papua.

Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada wisudawan dan wisudawati angkatan ke-XVII STIPER Petra Baliem Wamena yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Pertanian.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras, ketekunan, dan dedikasi selama menempuh pendidikan.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan pilar utama ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, lulusan Agroteknologi dan Agribisnis diharapkan mampu menghadirkan inovasi pertanian modern, mengembangkan teknologi budidaya berkelanjutan, serta membangun kewirausahaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Jayawijaya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendorong para lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui pengembangan potensi pertanian daerah. Pemerintah juga mengapresiasi STIPER Petra Baliem Wamena atas kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang berkualitas.

“Gelar sarjana yang kalian sandang hari ini bukan sekadar tanda tamat belajar, melainkan awal dari pengabdian nyata,” ujurnya.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Julianus surabut

Editor : Admin papua

Sumber Berita: https://garudapost.id

Berita Terkait

Kepala LLDIKTI XIV Dorong Penguatan Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan: Anak Papua Harus Maju dari Tanah Sendiri
Perdana Ikuti Lomba LTUB, SMPN 8 Karawang Barat Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Siswa
Transparansi Jadi Prioritas: Disdikbud Tanah Datar Buka Buku, Kelola RP3,4 MILIAR Dana TKD Untuk Sekolah Dampak Bencana
Kepala SMPN 8 Karawang Ajak Santri Perkuat Iman dan Semangat Perjuangan di Hari Santri Nasional
Dede Supriyanto, M.Pd. Raih Gelar Magister, Bukti Komitmen dalam Pengembangan Pendidikan
SMPN 8 Karawang Barat Gelar Lomba Videografi dan Desain Poster
FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Sampaikan Lima Tuntutan, Soroti Pengungsian dan Dana Bantuan Studi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09

STIPER Petra Baliem Wamena Wisuda 70 Sarjana, Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:59

Kepala LLDIKTI XIV Dorong Penguatan Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan: Anak Papua Harus Maju dari Tanah Sendiri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:35

Perdana Ikuti Lomba LTUB, SMPN 8 Karawang Barat Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:13

Transparansi Jadi Prioritas: Disdikbud Tanah Datar Buka Buku, Kelola RP3,4 MILIAR Dana TKD Untuk Sekolah Dampak Bencana

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:54

Kepala SMPN 8 Karawang Ajak Santri Perkuat Iman dan Semangat Perjuangan di Hari Santri Nasional

Berita Terbaru