Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus berkomitmen memberikan pelayanan prima dan pembinaan yang tepat bagi Warga Binaan. Komitmen ini diwujudkan melalui pengarahan interaktif yang dipimpin oleh Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Surdin Derlen, bersama Pelaksana Harian (Plh.) Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda. Kegiatan ini menjadi stimulus penting dalam mengoptimalkan pelayanan serta pembinaan di lingkungan Lapas Geser, sabtu (6/6).
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Surdin Derlen, menjelaskan bahwa pemenuhan hak berkomunikasi dengan keluarga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental warga binaan. Selain itu, penyediaan sarana Wartelsuspas merupakan langkah strategis untuk mendeteksi dini dan mencegah peredaran ponsel ilegal di blok hunian yang berpotensi memicu narkoba dan penipuan. Melalui standarisasi sarana ini, potensi pelanggaran ketertiban dapat diminimalisir secara efektif.
“Penyediaan fasilitas Wartelsuspas di Lapas Geser adalah wujud nyata komitmen kami untuk memenuhi hak komunikasi Anda bersama keluarga. Kami memahami betul bahwa menjaga silaturahmi dengan keluarga di rumah adalah obat penenang dan penyemangat moral yang sangat penting bagi kesehatan mental Anda selama menjalani masa pembinaan. Oleh karena itu, gunakanlah fasilitas ini secara tertib, bijak, dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ujar Derlen.
Derlen juga mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga sarana komunikasi ini agar tetap aman, terpantau secara legal, dan membawa manfaat positif untuk kelancaran proses pembinaan. “Dengan saling menjaga ketertiban dan mentaati prosedur yang ada, kita tidak hanya menciptakan suasana Lapas Geser yang kondusif, tetapi juga bersama-sama menutup celah sekecil apa pun dari penggunaan ponsel ilegal yang dapat merugikan diri sendiri dan sesama,” ungkap Derlen.
Sementara itu, tidak hanya fokus pada aspek keamanan, Lapas Geser juga gencar memberikan bekal keterampilan praktis. Dalam kegiatan yang sama, warga binaan juga diberikan stimulus berupa pengarahan dan materi untuk melakukan budidaya tanaman pakcoi sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Pelaksana Harian Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda, menyampaikan bahwa warga binaan sangat memerlukan bekal keterampilan nyata. Hal ini bertujuan agar mereka siap kembali dan diterima dengan baik oleh lingkungan masyarakat setelah bebas nanti.
“Teman-teman warga binaan, program budidaya pakcoi ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian kami agar Saudara memiliki keahlian praktis. Saya mengajak kita semua untuk aktif belajar, karena keterampilan ini akan menjadi modal berharga bagi Saudara untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa binaan,” jelas Yusuf.
Langkah strategis ini membuktikan pentingnya kolaborasi antara Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) dengan Seksi Pembinaan yang dinilai mampu menciptakan lingkungan Lapas Geser yang kondusif sekaligus produktif. Melalui langkah ini, Lapas Geser berharap dapat memastikan Warga Binaan mendapatkan hak akses komunikasi yang layak dan legal. Selain itu, program pembinaan kemandirian yang produktif ini diharapkan mampu mencetak warga binaan yang terampil, mandiri, serta siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat.

















