Masyarakat Adat Miskeni dan Mokiri Serahkan Dokumen Pengakuan Wilayah Adat ke Pemkab Manokwari Selatan

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id – Pasca ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA), masyarakat adat di Kabupaten Manokwari Selatan mulai mengusulkan pengakuan hukum adat dan wilayah adat kepada pemerintah daerah. Salah satunya dilakukan masyarakat hukum adat marga Miskeni dan Mokiri yang menyerahkan dokumen usulan kepada Panitia Masyarakat Hukum Adat (MHA), Minggu (11/5/2026).

Penyerahan dokumen tersebut berlangsung di ruang pertemuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari Selatan sebagai bagian dari proses pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat oleh pemerintah daerah.

Dokumen usulan pengakuan masyarakat hukum adat dan wilayah adat tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan masyarakat adat marga Miskeni dan Mokiri kepada Panitia Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kabupaten Manokwari Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Marga Miskeni, Yusak Miskeni, mengatakan bahwa pengusulan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan negara hadir dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat adat beserta hak-hak wilayahnya.

“Kami mengantarkan dokumen usulan pengakuan masyarakat hukum adat dan wilayah adat ini kepada pemerintah daerah sebagai wujud nyata negara melindungi masyarakat adat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ekozona Papua yang telah mendampingi masyarakat adat dalam penyusunan peta wilayah adat marga Miskeni dan Mokiri.

Sementara itu, Direktur Ekozona Papua, Aloysius Entama, menjelaskan bahwa proses pendampingan dan pendokumentasian masyarakat hukum adat tersebut telah dilakukan sejak tahun 2024 hingga 2025.

Menurutnya, pemetaan wilayah adat sangat penting untuk mendukung perlindungan hak-hak masyarakat adat sekaligus membantu pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan ke depan.

“Kami berharap wilayah adat masyarakat hukum adat di Manokwari Selatan dapat terpetakan dengan baik sehingga dapat mendukung perencanaan pembangunan daerah,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari Selatan, Adolof Kawey, mengatakan pihaknya menerima dokumen usulan tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Saya sebagai Sekda sekaligus Ketua Panitia MHA menerima usulan ini, dan selanjutnya dokumen akan dipelajari untuk proses verifikasi serta validasi lapangan,” jelasnya.

Dengan adanya pengusulan tersebut, diharapkan proses pengakuan masyarakat hukum adat dan wilayah adat di Kabupaten Manokwari Selatan dapat berjalan sesuai amanat Perda Nomor 14 Tahun 2024 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Mansel Serahkan SK Pengakuan Masyarakat Hukum Adat kepada Tiga Marga di Tahota
Korwil Jayawijaya Manokwari Gelar PKA, Siapkan Generasi Muda Produktif, Kritis dan Berintegritas
Korwil Yalimo Manokwari Gelar SAWABA 2026, Enam Mahasiswa Baru Resmi Bergabung
Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan
FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Sampaikan Lima Tuntutan, Soroti Pengungsian dan Dana Bantuan Studi
Kejar Target 95 Persen, Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping Imunisasi Campak-Rubela
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55

Pemkab Mansel Serahkan SK Pengakuan Masyarakat Hukum Adat kepada Tiga Marga di Tahota

Minggu, 1 November 2026 - 11:26

Korwil Jayawijaya Manokwari Gelar PKA, Siapkan Generasi Muda Produktif, Kritis dan Berintegritas

Minggu, 1 November 2026 - 11:14

Korwil Yalimo Manokwari Gelar SAWABA 2026, Enam Mahasiswa Baru Resmi Bergabung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:16

Menagih Janji Otsus Papua Barat: Anggaran Triliunan, Kesejahteraan OAP Dipertanyakan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:10

FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik

Berita Terbaru