Momentum Hari Kunjung Perpustakaan, Lapas Wahai Perbarui Koleksi Bacaan untuk Dorong Transformasi Warga Binaan

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Wahai/Peringati Hari Kunjung Perpustakaan yang dicanangkan pemerintah setiap tanggal 14 September, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lakukan pembaruan koleksi buku perpustakaan, Senin (14/9). Sebanyak 207 buku lama ditukar dengan 207 buku baru bermuatan edukatif dan informatif guna menunjang program pembinaan, serta meningkatkan minat baca Warga Binaan. Koleksi anyar tersebut langsung ditata dan siap dimanfaatkan oleh seluruh Warga Binaan sebagai bahan bacaan sehari-hari.

Kegiatan ini sejalan dengan nilai dasar Hari Kunjung Perpustakaan yang pertama kali diresmikan sejak 14 September 1995 untuk menumbuhkan kegemaran membaca dan memicu kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan. Melalui langkah ini, Lapas Wahai membuktikan semangat literasi tidak terbatas pintu masuk portir penjara, melainkan milik semua kalangan termasuk Warga Binaan.

Petugas Pembinaan Kepribadian, Frans Tepal, menyampaikan perpustakaan merupakan fasilitas vital dalam menunjang proses pembinaan yaitu menambah pengetahuan umum bagi para Warga Binaan. “Pembaruan koleksi perpustakaan ini diharapkan meningkatkan ketertarikan Warga Binaan untuk membaca. Kami ingin perpustakaan dimanfaatkan maksimal sebagai tempat memperoleh pengetahuan dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan peningkatan kualitas bahan bacaan merupakan wujud dukungan penuh dalam memperkuat program pembinaan karakter dan mental Warga Binaan. “Literasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan memperluas wawasan. Melalui koleksi buku yang lebih baik, kami berharap Warga Binaan memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat dan menjadikannya sebagai proses perubahan diri,” tuturnya,

Ke depannya, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan. Penukaran buku ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan budaya literasi di Lapas sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat transformasi diri bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rajut Toleransi dan Kerukunan, Lapas Geser Gandeng STAI Seram Timur Bina Warga Binaan
Lapas Geser Resmi Buka Rangkaian Lomba Kemasyarakatan Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026
IMIPAS PEDULI Rutan Ambon Hadir Membawa Kepedulian Bagi Masyarakat Sekitar
Perkuat akses Keadilan Bagi Warga Binaan,Rutan Majene Jalin Kerjasama Dengan LBH Mitra Madani Sulawesi Barat
Hasil Kebun Sendiri, Lapas Saumlaki Panen Sawi untuk Kebutuhan Dapur
Bapas Saumlaki Hadirkan Kepedulian Nyata Melalui Aksi Gotong Royong Bersihkan Lokasi Pembangunan Gereja
Perkuat Pengawasan Digital, Kanwil Ditjenpas Maluku Optimalkan Trans Siberpas
Tuntaskan Target Monev dari Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Namlea Buktikan Progresif Kinerja
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:40

Rajut Toleransi dan Kerukunan, Lapas Geser Gandeng STAI Seram Timur Bina Warga Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:21

Lapas Geser Resmi Buka Rangkaian Lomba Kemasyarakatan Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 16:19

IMIPAS PEDULI Rutan Ambon Hadir Membawa Kepedulian Bagi Masyarakat Sekitar

Jumat, 6 November 2026 - 10:11

Perkuat akses Keadilan Bagi Warga Binaan,Rutan Majene Jalin Kerjasama Dengan LBH Mitra Madani Sulawesi Barat

Jumat, 6 November 2026 - 08:23

Hasil Kebun Sendiri, Lapas Saumlaki Panen Sawi untuk Kebutuhan Dapur

Berita Terbaru