Murid Sekolah Adat Walelagama Kembangkan Kreativitas Lewat Kerajinan Tanah Liat Bernuansa Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id – Murid-murid Sekolah Adat Walelagama menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan membuat miniatur rumah adat Honai, asbak, meja, dan berbagai kerajinan lainnya menggunakan tanah liat di Kampung Walelagama, Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis kearifan lokal yang bertujuan membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir positif anak-anak di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Ketua Yayasan Sekolah Adat Walelagama, Kalelageit Haluk, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung di Kalu Simokak, Kampung Walelagama, sekitar pukul 16.20 WIT.

Menurutnya, para murid dengan penuh semangat membuat berbagai bentuk kerajinan dari tanah liat, seperti miniatur Honai, asbak, meja, dan bentuk-bentuk kreatif lainnya yang mencerminkan budaya lokal Papua.

Kami melihat anak-anak ini memiliki talenta dan bakat alami yang luar biasa. Walaupun mereka hidup di daerah pedalaman dengan keterbatasan, namun mereka mampu menunjukkan kreativitas dan kecerdasan dalam berbagai hal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar murid berasal dari keluarga sederhana dengan pola hidup yang masih alami dan dekat dengan budaya tradisional. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk memiliki mimpi dan harapan besar bagi masa depan.

Menurut Kalelageit, nilai-nilai kearifan lokal telah tertanam kuat dalam kehidupan anak-anak sekolah adat sehingga membentuk karakter yang kreatif, mandiri, dan berpikir positif.

Mereka berpikir lokal tetapi mampu bertindak cerdas dan kreatif. Bahkan, cara berpikir dan tindakan mereka kadang melampaui usia mereka sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan anak-anak dalam membuat kerajinan tradisional menjadi bukti bahwa generasi muda Papua mampu berkembang dan bersaing apabila terus dibimbing dan diarahkan dengan baik.

Selain itu, pihak sekolah juga berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga anak-anak dari pengaruh pergaulan bebas dan terus mendukung pendidikan berbasis budaya lokal.

Kegiatan sederhana seperti membuat rumah dari tanah liat ini sebenarnya pernah kita alami dulu. Karena itu, kami ingin anak-anak tetap mengenal budaya dan jati diri mereka sendiri,” tutupnya.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

90 Pengurus OSIS SMP Se-Karawang Ikuti LDKS 2026, Disdikbud Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini
Mahasiswa Teluk Bintuni Soroti Keterlambatan Pencairan Bansos Pendidikan
Kirab Budaya Mahkota Binokasih Siap Digelar, Disdikbud Karawang Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Sunda
Fakultas Kehutanan UNIPA Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT untuk Akreditasi Magister Kehutanan
Siswa SMP Negeri 2 Makki Sukses Laksanakan USBN dan Lomba Memanah Antar Kelas
Bupati Deli Serdang Lantik 29 Pejabat dan Kepala Sekolah, Tekankan Evaluasi Kinerja dan Integritas
Komunitas Nyaiwerek Jayawijaya Gelar Pertemuan Perdana, Bahas Penguatan SDM dan Advokasi Isu Daerah
Deli Serdang Dorong Percepatan Smart Village, Perkuat Kapasitas Pemerintahan Desa
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:12

Murid Sekolah Adat Walelagama Kembangkan Kreativitas Lewat Kerajinan Tanah Liat Bernuansa Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:23

90 Pengurus OSIS SMP Se-Karawang Ikuti LDKS 2026, Disdikbud Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini

Senin, 11 Mei 2026 - 19:32

Mahasiswa Teluk Bintuni Soroti Keterlambatan Pencairan Bansos Pendidikan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:26

Kirab Budaya Mahkota Binokasih Siap Digelar, Disdikbud Karawang Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Sunda

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:37

Fakultas Kehutanan UNIPA Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT untuk Akreditasi Magister Kehutanan

Berita Terbaru