KOBAKMA, Garudapost.id – Seorang pedagang sayur di Pasar Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Martina Daby, berharap Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah melalui dinas terkait dapat menambah hari operasional pasar dari satu hingga enam hari dalam sepekan.
Hal tersebut disampaikan agar hasil bumi masyarakat dapat dipasarkan setiap hari dan mampu meningkatkan pendapatan para pedagang.
Saat ditemui awak media di kawasan Pasar Kobakma, Sabtu (11/7/2026), Martina Daby mengatakan dirinya telah lama menjual berbagai jenis sayuran, seperti kol, wortel, kentang, dan daun bawang.
Menurutnya, Pasar Kobakma merupakan pasar sentral yang menjadi tempat bagi mama-mama Papua memasarkan hasil pertanian, mulai dari sayur-mayur hingga umbi-umbian. Namun, aktivitas jual beli saat ini hanya berlangsung pada hari pasar tertentu, sehingga peluang memperoleh penghasilan masih terbatas.
Martina menjelaskan, sebagian besar sayuran yang dijual didatangkan dari Wamena melalui jalur darat menggunakan mobil pikap dengan jumlah sekitar tiga hingga empat karung setiap kali pengiriman.
Ia berjualan pada hari pasar, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan pembeli.
“Kalau dagangan habis terjual, pendapatan saya bisa mencapai sekitar Rp300 ribu dalam sehari. Tetapi kalau pembeli sepi, biasanya hanya sekitar Rp150 ribu,” ujarnya.
Martina berharap Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, khususnya dinas yang membidangi perdagangan dan koperasi, dapat meninjau kembali jadwal operasional Pasar Kobakma dengan menambah hari pasar dari Senin hingga Sabtu.
Menurutnya, penambahan hari pasar tidak hanya akan meningkatkan pendapatan para pedagang, tetapi juga memberikan kesempatan lebih besar bagi petani lokal untuk memasarkan hasil bumi mereka setiap hari.
“Kami berharap pemerintah dapat menambah hari pasar agar hasil pertanian masyarakat bisa terjual setiap hari. Dengan begitu, ekonomi mama-mama Papua dan petani di Mamberamo Tengah juga akan semakin meningkat,” harap Martina.(*)

















