Pegang Teguh Fondasi Iman, Warga Binaan Katolik Lapas Tual Rutin Ikuti Bimbingan Kerohanian

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Langgur/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen memenuhi hak dasar bagi Warga Binaan, salah satunya melalui optimalisasi pembinaan kerohanian. Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara, Lapas Tual menggelar bimbingan rohani rutin bagi warga binaan yang beragama Katolik di dalam lingkungan blok hunian, Selasa (03/11).

Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini dirancang sebagai pilar utama dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial. Melalui pendekatan yang menyentuh hati, para warga binaan diajak untuk merefleksikan diri, mendalami Kitab Suci, serta memahami pentingnya sakramen tobat dan pengampunan.

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Tual, Fransisco Fanulene, menegaskan bahwa perubahan perilaku yang permanen harus dimulai dari ketenangan batin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembinaan spiritual ini adalah fondasi utama. Kami ingin memastikan setiap warga binaan Katolik mendapatkan pelayanan rohani yang layak agar mental mereka siap dan pulih saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Tual, Keneth Huwae, menambahkan bahwa program ini membawa dampak positif yang sangat signifikan terhadap situasi keamanan di dalam Lapas. Pendekatan spiritual terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan dan stres para warga binaan.

“WBP yang aktif beribadah cenderung menunjukkan sikap yang lebih tenang, santun, dan patuh pada aturan,” jelas Keneth.

Patriks Kia selaku Penyuluh Agama Kemenag Malra memberikan pesan tentang pertobatan dan harapan. Ia menekankan tuhan selalu memberikan kesempatan kedua bagi setiap orang yang mau berbenah diri.

“Tugas kami adalah mendampingi mereka agar tidak kehilangan arah. Di sini, mereka belajar bahwa kesalahan di masa lalu adalah pelajaran, bukan akhir dari segalanya,” ungkap Patriks.

Melalui konsistensi program pembinaan rohani ini, Lapas Tual berharap dapat mengikis stigma negatif di masyarakat dan mencetak insan-insan mandiri yang bertakwa setelah menyelesaikan masa pidananya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sukses Diselenggarakan, Lapas Bandanaira Resmi Bubarkan Panitia Lapas Cup II 2026
Awali Bulan Baru, Lapas Wahai Gandeng Polsek Gelar Razia Blok Hunian
Karupam Lapas Wahai Sabet Juara 1 Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026
Sinergi Kebersihan dan Kemasyarakatan: Lapas Geser Gelar Bakti Sosial dan Persiapan Turnamen Futsal Putri Sambut Hari Bakti Kemenimipas Ke-2
Lapas Piru Gandeng Kemenag SBB Laksanakan Pembinaan Kerohanian Bagi Warga Binaan
Rangkul Masyarakat Lewat Olahraga dan Aksi Lingkungan, Lapas Geser Matangkan Teknis Lomba Kemasyarakatan
Lapas Piru Perkuat Deteksi Dini Lewat Penggeledahan dan Tes Urine
Tingkatkan Akuntabilitas, Lapas Tual Ikuti Evaluasi Capaian Kinerja
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:43

Sukses Diselenggarakan, Lapas Bandanaira Resmi Bubarkan Panitia Lapas Cup II 2026

Selasa, 3 November 2026 - 16:50

Awali Bulan Baru, Lapas Wahai Gandeng Polsek Gelar Razia Blok Hunian

Selasa, 3 November 2026 - 16:47

Karupam Lapas Wahai Sabet Juara 1 Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026

Selasa, 3 November 2026 - 16:39

Sinergi Kebersihan dan Kemasyarakatan: Lapas Geser Gelar Bakti Sosial dan Persiapan Turnamen Futsal Putri Sambut Hari Bakti Kemenimipas Ke-2

Selasa, 3 November 2026 - 16:34

Lapas Piru Gandeng Kemenag SBB Laksanakan Pembinaan Kerohanian Bagi Warga Binaan

Berita Terbaru

Bali

Perkuat Komitmen Persyaratan Kanwil Ditjenpas

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:28