Garudapost.id-Langgur/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen memperkuat tata kelola instansi yang bersih dan transparan. Langkah ini diwujudkan dengan keikutsertaan jajaran Lapas Tual dalam kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja di lingkup Kantor Wiliayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku secara virtual, Senin (02/11). Agenda ini berfokus pada pengukuran hasil kerja, pengelolaan anggaran, serta pemenuhan target program kerja yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Kegiatan evaluasi ini menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana efektivitas program yang telah berjalan di Lapas Tual. Fokus utama evaluasi meliputi ketepatan penyerapan anggaran, tertib administrasi, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di setiap seksi, serta pemenuhan data dukung laporan berkala secara berkala, tepat waktu, dan akurat.
Dalam pengarahannya, Kepala Bagian Umum dan Tatausaha Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, menekankan bahwa akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap instansi pemasyarakatan. Setiap target kinerja yang telah direncanakan harus dapat dipertanggungjawabkan hasilnya secara konkret, baik dari segi fisik maupun serapan anggaran, guna menghindari adanya deviasi di lapangan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa seluruh jajaran harus menjadikan hasil evaluasi ini sebagai acuan untuk memacu kinerja di sisa tahun anggaran. Pemenuhan target bukan lagi sekadar formalitas, melainkan bukti nyata integritas dalam bertugas.
“Setiap program kerja yang kita laksanakan harus berdampak positif dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Saya meminta seluruh lini, baik fasilitatif maupun teknis, segera melakukan percepatan dan pembenahan pada aspek-aspek yang dinilai belum optimal agar target capaian kita meraih hasil yang maksimal,” ujar Nurchalis.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Tual, Hakim Abdul Gani, ikut menekankan pentingnya sinergi antar-subseksi dalam menyusun pelaporan yang akuntabel. Ketertiban administrasi merupakan kunci utama dalam mempertahankan nilai kinerja instansi yang baik.
“Akuntabilitas instansi sangat bergantung pada kedisiplinan kita dalam menyajikan data dukung laporan berkala. Melalui evaluasi ini, kami di jajaran tata usaha akan memperketat monitoring internal agar seluruh dokumen pelaporan substantif maupun fasilitatif dapat diselesaikan tepat waktu, valid, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Ditjenpas,” jelasnya.
Melalui komitmen bersama ini, Lapas Tual optimis dapat terus meningkatkan mutu pelayanan, menjaga stabilitas keamanan, serta menyajikan pelaporan kinerja yang semakin akuntabel dan transparan ke depannya.



















