
DELI SERDANG, Garudapost.id
Nasib malang menimpa seorang pelajar MAN 1 Deli Serdang berusia 16 tahun yang menjadi korban penembakan brutal oleh kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) di kawasan Jalan Sei Blumai, Kecamatan Tanjung Morawa. Korban harus menjalani dua kali operasi besar setelah peluru senapan angin bersarang dan merusak selaput jantung serta paru-parunya.
Peristiwa terjadi pada Sabtu (3/5/2026) dini hari. Menurut tante korban, AS, remaja tersebut sedang pulang dari rumah temannya naik sepeda motor ketika diadang oleh dua orang pria. Satu pelaku menghadang kendaraan, sementara yang lain menodongkan senapan angin. Saat korban hendak melaju kembali, pelaku menembak dari jarak dekat. Korban yang bersimbah darah menyelamatkan diri ke ruko terdekat sebelum pingsan dan langsung dilarikan warga ke rumah sakit.
Karena keterbatasan fasilitas, korban yang pertama dibawa ke RS GL Tobing Tanjung Morawa dan dirujuk ke RSUD Amri Tambunan akhirnya dilarikan ke RS Murni Teguh Medan untuk operasi pengangkatan peluru. “Dirawat selama 26 hari dengan biaya sekitar Rp150 juta yang harus diutang sana-sini,” ujar AS dengan menangis.
Meski peluru berhasil diangkat, paru-paru korban tidak bereaksi sehingga harus menjalani operasi kedua. Karena kendala biaya, operasi kedua dialihkan ke RS Umum Haji Medan. Hingga saat ini kondisi korban belum stabil, dan keluarga berharap pada penegakan hukum. Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Deli Serdang.
Menanggapi hal ini, Kanit PPA Satreskrim Polresta Deli Serdang AKP Hendri Ginting menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti. “Kita cek dahulu,” ujarnya singkat.
(S Tarigan)

















