Garudapost.id-Saparua/ Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua menggelar kegiatan pembibitan tanaman cabai dan terong sebagai bentuk pembinaan kemandirian dan pemanfaatan lahan produktif di area Lapas, Selasa (15/09/2026).
Kegiatan pembibitan ini diikuti oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch I Tahun 2026, tamping kebun, serta didampingi oleh petugas Keamanan Lapas Saparua. Berlangsung di area pembibitan kebun samping Lapas Kelas III Saparua, kegiatan dilaksanakan dengan penuh ketelitian, semangat kebersamaan, dan ketelatenan dalam mempersiapkan benih tanaman.
Dalam pelaksanaannya, tamping kebun bersama peserta magang menyiap media tanam, menyebar benih cabai serta terong, hingga memastikan penyiraman awal berjalan optimal. Selain mendukung produktivitas sektor pertanian di area Lapas, pembibitan ini juga menjadi sarana pembinaan positif untuk mengasah keterampilan bercocok tanam warga binaan.
Warga binaan tamping kebun, M.S., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan pembibitan tanaman cabai dan terong yang selanjutnya akan dirawat hingga siap ditanam. Menurutnya, jenis tanaman tersebut cukup berbeda dari tanaman yang selama ini lebih sering dibudidayakan di kebun Lapas.
“Kami diarahkan untuk melakukan pembibitan cabai dan terong. Biasanya kami lebih sering menanam kangkung, sawi, dan pakcoy, jadi cabai dan terong ini termasuk tanaman yang jarang kami tanam. Sekarang kami belajar mulai dari pembibitan sampai perawatannya,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta magang bagian pengelola ketahanan pangan Lapas Saparua, Kiflan Afrizal Maruapey, mengatakan kegiatan penyemaian cabai dan terong dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus menambah variasi tanaman yang dibudidayakan.
“Beberapa hari lalu kami sudah menanam kangkung dan kacang panjang. Hari ini kami lanjut dengan penyemaian cabai dan terong. Selain memanfaatkan lahan yang ada, kami juga ingin menambah jenis tanaman yang dibudidayakan,” ungkapnya.
Kegiatan pembibitan dan perawatan kebun ini akan terus dipantau secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan yang berkelanjutan. Konsistensi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, menciptakan suasana pembinaan yang edukatif, serta memperkuat sinergi di lingkungan Lapas Saparua.


























