Garudapost.id-Bandanaira/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira secara resmi melepas 24 peserta Program Magang Nasional Batch III yang telah merampungkan masa tugas selama enam bulan. Prosesi pelepasan yang berlangsung pada Kamis (18/6) ini menjadi momentum refleksi bagi para peserta untuk membawa nilai integritas dan profesesionalisme ke dunia kerja nyata.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi yang ditunjukkan para peserta magang sejak desember 2025 hingga juni 2026.
”Pengalaman magang di Lapas Bandanaira, diharapkan dapat menjadi bekal berharga dan batu loncatan yang kuat bagi Saudara sekalian dalam memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Kami berpesan agar ilmu, kedisiplinan, dan nilai-nilai integritas yang telah dipelajari di sini dapat terus diterapkan dan dikembangkan di mana pun Saudara berkarya nantinya. Jadilah generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Amier Azan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta magang yang telah berkontribusi dan memberi warna baru serta energi positif bagi seluruh jajaran. Semangat belajar, kedisiplinan, dan inisiatif yang ditunjukkan selama masa magang dinilai memberikan dampak nyata dalam mendukung berbagai tugas dan kegiatan pembinaan di dalam Lapas.
”Selama enam bulan ini, kehadiran adik-adik sekalian telah memberikan warna baru dan energi positif di lingkungan Lapas ini. Kalian tidak hanya datang untuk menuntaskan tugas instansi, tetapi juga turut membantu tugas administrasi serta memberikan dampak positif dalam proses pembinaan Warga Binaan,” ungkapnya.
Mewakili seluruh peserta magang, Novi Aryanti Arif, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar yang diberikan oleh Lapas Bandanaira. Ia mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga, tidak hanya terkait tugas dan administrasi, tetapi juga pelajaran hidup tentang tanggung jawab, kedisiplinan, persahabatan, hingga nilai-nilai kemanusiaan.
”Enam bulan bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu tersebut kami tumbuh dan belajar banyak hal, bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang kehidupan, tanggung jawab, serta mimpi yang perlahan kami bangun,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Lapas beserta seluruh jajaran pegawai yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan kepercayaan selama menjalani masa magang. Ia mengakui bahwa dukungan dari seluruh pegawai menjadi motivasi untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.















