Garudapost.id SULUT– Komitmen Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara dalam mengelola uang rakyat kembali dipertanyakan. Proyek raksasa Preservasi Jalan Maelang–Bolmong/Bolmut–Biontong–Atinggola yang menelan anggaran fantastis senilai Rp27.672.291.000 tahun anggaran 2026, kini justru menuai kecaman keras dari masyarakat.
Sorotan tajam tertuju pada pekerjaan box culvert atau plat deker di kawasan jalur dua Terminal Desa Kuala, Kecamatan Kaidipang. Senin(31/8/2026).
Bukannya membawa kemudahan, infrastruktur yang dibiayai puluhan miliar rupiah dari APBN ini diduga seperti dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian yang jelas.
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga setempat, kondisi proyek di area akses Terminal Boroko tersebut sangat memprihatinkan. Galian dan material yang belum rampung tidak hanya merusak estetika lokasi tersebut , tetapi juga mulai mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas.
“Kami heran, anggarannya miliaran rupiah, tapi pekerjaan di lapangan seperti proyek ecek-ecek yang kehabisan modal. Mengapa dibiarkan telantar?” cetus seorang warga dengan nada kesal.
Masyarakat menilai, lambatnya progres fisik ini menjadi bukti buruknya pengawasan dari pihak BPJN Sulawesi Utara serta lemahnya profesionalisme kontraktor pelaksana di lapangan. Pihak balai seolah “tutup mata” terhadap lambatnya ritme kerja yang merugikan aktivitas ekonomi warga sekitar.
Publik kini mendesak pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala BPJN Sulawesi Utara untuk segera memberikan klarifikasi terbuka.
Jika proyek plat deker ini terus dibiarkan, maka wajar jika publik mencium aroma ketidakberesan dalam manajemen proyek tersebut. (Red).
Penulis : SM
Editor : SM




























