Garudapost.Id BOROKO – Sejumlah warga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mengeluhkan hilangnya nama mereka dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Tahap II Tahun 2026. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Bolmut, Amna Diana, SE., M.Si., memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab berkurangnya jumlah penerima bantuan di wilayahnya.
Saat diwawancarai oleh media ini, Amna Diana menjelaskan bahwa pengurangan jumlah penerima manfaat tersebut bukan kebijakan daerah, melainkan hasil dari pemutakhiran data langsung oleh pemerintah pusat.
“Kami dari pihak Dinas Sosial hanya menerima pemberitahuan resmi dari Perum Bulog. Untuk penyaluran Tahap II ini, terjadi pengurangan sekitar 900 penerima manfaat dari total 11.194 KPM yang biasanya rutin menerima bantuan,” ujar Amna.
Lebih lanjut, Amna memaparkan bahwa pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) saat ini dilakukan secara ketat dan terintegrasi. Proses verifikasi ini tidak hanya bertumpu pada satu instansi saja, melainkan melibatkan lintas lembaga nasional, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS). Penentuan kelayakan penerima juga diukur secara akurat melalui indikator tingkat kesejahteraan (desil).
kepala Dinsos mengimbau untuk masyarakat Bolmut yang merasa namanya mendadak hilang dari daftar penerima Bansos KPM, cepat Segera temui Operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) di desa masing-masing dengan membawa dokumen asli/fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Atau secara Mandiri Akses langsung aplikasi resmi Cek Bansos milik Kemensos via smartphone untuk memeriksa status kepesertaan secara berkala. Agar warga nama – nama yg hilang bisa diselamatkan dan dapat diakomodir kembali.
Di sisi lain, pihak Bulog saat dikonfirmasi melalui via Telfon WhatsApp membenarkan adanya dinamika perubahan data tersebut. Mereka menjelaskan bahwa penyesuaian kuota ini terjadi secara nasional di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.
Beberapa daerah ada yang mengalami penambahan kuota, sementara untuk wilayah Kabupaten Bolmut mengalami pengurangan sekitar 900 penerima pada tahap ini berdasarkan hasil sinkronisasi data terbaru dari pusat.
Penulis : SM
Editor : SM

























