Proyek Pembangunan TK Nurhidaya Senilai Rp318 Juta Disorot, Diduga Ada Mark-Up Anggaran

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id – Rejang Lebong – Proyek pembangunan TK Nurhidaya dengan nilai anggaran sekitar Rp318 juta mulai menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Panca Utama Konstruksi tersebut diduga menyimpan sejumlah pertanyaan terkait kewajaran penggunaan anggaran.

Nilai proyek yang mencapai ratusan juta rupiah itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah seluruh anggaran yang tersedia benar-benar terealisasi dalam bentuk pekerjaan fisik sesuai volume dan spesifikasi yang telah ditetapkan?

Hal tersebut di sampaikan nara sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masyarakat berharap penggunaan anggaran pembangunan tersebut dapat dilakukan secara transparan dan terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebagai masyarakat tentu mempertanyakan, anggaran pembangunan ini sekitar Rp318 juta. Kami berharap pekerjaan dan penggunaan anggarannya benar-benar sesuai dengan yang tercantum dalam RAB. Kalau memang semuanya sesuai, tentu tidak ada yang perlu ditutup-tutupi,” ujar warga tersebut.

Sorotan mengarah pada dugaan adanya mark-up anggaran. Dugaan tersebut terutama berkaitan dengan kemungkinan perbedaan antara harga satuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, serta kondisi fisik bangunan yang dikerjakan.

Untuk memastikan dugaan tersebut, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dokumen proyek. Mulai dari RAB, kontrak pekerjaan, spesifikasi teknis, daftar harga material, hingga dokumen pencairan dan pembayaran proyek perlu dibandingkan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut warga tersebut, pemeriksaan fisik juga penting dilakukan untuk mengetahui apakah setiap pekerjaan yang tercantum dalam dokumen benar-benar sesuai dengan kondisi bangunan.

“Kalau perlu diukur ulang semua volumenya, mulai dari pondasi, dinding, lantai, atap sampai pekerjaan lainnya. Dari situ baru bisa diketahui apakah sesuai dengan anggaran atau tidak,” katanya.

Selain pemeriksaan volume, harga material dan biaya pekerjaan juga perlu dibandingkan dengan harga pasar pada saat proyek dilaksanakan. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai dasar penetapan harga tersebut.

Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti dugaan mark-up tersebut dengan melakukan pemeriksaan secara profesional dan objektif. Pemeriksaan diharapkan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi fisik bangunan, tetapi juga mencakup seluruh dokumen perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, hingga pencairan anggaran proyek.

“Kalau memang ada dugaan penyimpangan, kami berharap aparat penegak hukum turun dan melakukan pemeriksaan. Kalau hasilnya memang sesuai, tentu itu juga harus disampaikan kepada masyarakat. Yang penting semuanya transparan,” ujar warga tersebut.

Masyarakat berharap proyek pembangunan sarana pendidikan tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas yang baik serta memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak yang nantinya menggunakan bangunan tersebut.

Dugaan mark-up ini belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran atau tindak pidana. Pembuktian tetap membutuhkan pemeriksaan dokumen, pengecekan fisik, serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk CV Panca Utama Konstruksi sebagai pelaksana proyek.

“Kini pertanyaannya, dengan anggaran sekitar Rp318 juta, apakah seluruh nilai tersebut benar-benar tercermin dalam volume dan kualitas bangunan TK Nurhidaya?” tutupnya.

Terkait pemberitaan ini, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan proyek pembangunan TK Nurhidaya, Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan tanggapan.(um)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

GarudaPost.id Jalin Silaturahmi dengan Anggota DPRD Karawang, Bahas Pembangunan dan Aspirasi Masyarakat
Berikan Informasi Hukum, Bapas Saumlaki Layani Masyarakat yang Ingin Mengetahui Pidana Kerja Sosial
Perubahan APBD 2026 Kota Tegal: Belanja Daerah Naik Menjadi Rp1.174 Triliun, Belanja Modal Melonjak 45,99 Persen
Perkuat Syiar Islam, YAUMI Kabupaten Tegal Gelar Khitan Ceria Gratis bagi Anak Kurang Mampu
1.500 Anggota BPD Se-Brebes Diperkuat, Dorong Tata Kelola Desa Transparan dan Berintegritas
PERINGATI HUT KE-81 DPR RI, DR. CELICA NURRACHADIANA: KOMITMEN KUATKAN DEMOKRASI UNTUK INDONESIA MAJU
Berkumpul Ratusan Ibu-Ibu, Tim Pemenangan Marjono (KJ) Gelar Makan Bakso Bersama di Babakan Banten
Puncak Kemeriahan HUT RI Ke-81, Pemerintah Desa Sekarputih Gelar Karnaval Diikuti Empat Dusun
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:54

GarudaPost.id Jalin Silaturahmi dengan Anggota DPRD Karawang, Bahas Pembangunan dan Aspirasi Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:29

Perubahan APBD 2026 Kota Tegal: Belanja Daerah Naik Menjadi Rp1.174 Triliun, Belanja Modal Melonjak 45,99 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23

Perkuat Syiar Islam, YAUMI Kabupaten Tegal Gelar Khitan Ceria Gratis bagi Anak Kurang Mampu

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:17

1.500 Anggota BPD Se-Brebes Diperkuat, Dorong Tata Kelola Desa Transparan dan Berintegritas

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:34

PERINGATI HUT KE-81 DPR RI, DR. CELICA NURRACHADIANA: KOMITMEN KUATKAN DEMOKRASI UNTUK INDONESIA MAJU

Berita Terbaru