Rabat Beton Anggaran Rp20 Miliar di Tegal Disorot, Baru beberapa bulan Sudah Banyak Retak dan Patah

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal, Jawa-Tengah garudapost. Id

26/3/2026

Tarub, Proyek pelebaran jalan sekaligus pembangunan rabat beton jalan raya kemantran -balamoa , dengan nilai anggaran mencapai Rp20 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuai sorotan tajam dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, meski pengerjaan belum selesai, sejumlah titik pada ruas jalan tersebut sudah mengalami kerusakan berupa retak hingga patah.

Proyek yang dikerjakan di wilayah Tarub -Pangkah Kabupaten Tegal ini sedianya berlangsung selama enam bulan, dimulai sejak Januari dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Namun hingga memasuki bulan ketiga, progres pekerjaan disebut masih jauh dari kata selesai. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi keterlambatan adalah terhentinya aktivitas proyek selama momentum Hari Raya Idul Fitri.

Meski demikian, perhatian publik justru tertuju pada kualitas pekerjaan yang dinilai kurang maksimal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan pada rabat beton sudah mulai terlihat, padahal usia pengerjaan baru sekitar satu bulan sejak dilakukan pengecoran.

Beberapa bagian rabat beton tampak mengalami retakan memanjang, bahkan di sejumlah titik ditemukan kondisi patah yang cukup parah hingga menembus dari permukaan atas ke bagian bawah.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.

Adji, kamis 26/3/2026 lembaga kebijakan pengembangan publik Desa Karangjati, mengungkapkan bahwa sejak awal proses pekerjaan, indikasi masalah sebenarnya sudah terlihat. Ia menyoroti tahap awal pelebaran jalan yang dinilai kurang matang.

“Dari awal pengerjaan pelebaran jalan sudah terlihat ada yang pecah. Bahkan saat proses pengaspalan untuk dasar jalan, ada beberapa bagian yang amblas. Itu menunjukkan persiapan konstruksinya kurang maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi pelaksana proyek sebelum melanjutkan ke tahap pengecoran rabat beton.

Namun yang terjadi, setelah pengecoran dilakukan, dalam waktu relatif singkat justru muncul kerusakan yang lebih signifikan.

“Belum lama dicor, sudah banyak yang retak bahkan patah. Ada yang sampai terbelah dari atas sampai bawah. Kalau seperti ini, jelas sangat merugikan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya mampu menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik dan sesuai standar teknis.

Adji ” menilai, jika hasil pekerjaan tidak maksimal, maka berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara.

“Anggaran sampai Rp20 miliar itu bukan kecil. Harusnya dikerjakan dengan hati-hati dan profesional. Kalau hasilnya seperti ini, sangat disayangkan,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat setempat juga mulai mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait, baik dari kontraktor pelaksana maupun instansi pemerintah yang bertanggung jawab.

Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk kemungkinan dilakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab utama retak dan patahnya rabat beton di sejumlah titik tersebut.

Sejumlah faktor seperti kualitas material, metode pengerjaan, kondisi tanah dasar, hingga cuaca menjadi dugaan awal yang perlu diteliti lebih lanjut.

Masyarakat berharap pihak Kementerian PUPR maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Hal ini penting guna memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi serta memberikan manfaat optimal bagi pengguna jalan.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi dikhawatirkan akan semakin meluas dan berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, kondisi ini juga berpotensi menambah biaya perbaikan di kemudian hari.

Dengan nilai anggaran yang besar, publik menaruh harapan agar proyek infrastruktur tersebut dapat memberikan hasil yang berkualitas, tahan lama, serta benar-benar menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal.

Lp slmt

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Semarak Dies Natalis Ke-43 SMPN 2 Randudongkal: Bersatu, Peduli, Dan Berprestasi, 43 Tahub Spandura Menginspirasi
Ribuan Pendukung Meriahkan Kampanye Simpatik Adi Irawan, Calon Kades Gembyang Nomor Urut 1
Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Siremeng Senilai Rp.532 Juta Disorot, Material Dan Progres Pekerjaan Jadi Perhatian
Ichsan Budiman Wantogia Raih Young Scholars Award 2026
SAMPAH MENGGUNUNG DI PASAR RANDUDONGKAL, POLUSI MENGANCAM PEDAGANG DAN WARGA
Sempat Viral Narapidana Kasus Korupsi Tambang Ilegal Masuk Ke Coffe Shop Kendari Akan Pindahkan Ke Lapas Nusakambangan
Pengembangan PPN Tegalsari Jadi Prioritas di Tahun 2026, Wali Kota Tegal Harap Ada Perluasan Pelabuhan
Bendungan Wisata Danawari Terancam Ambrol, Arus Sungai Kaligung Kikis Pondasi Jembatan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:23

Semarak Dies Natalis Ke-43 SMPN 2 Randudongkal: Bersatu, Peduli, Dan Berprestasi, 43 Tahub Spandura Menginspirasi

Selasa, 3 November 2026 - 04:37

Ribuan Pendukung Meriahkan Kampanye Simpatik Adi Irawan, Calon Kades Gembyang Nomor Urut 1

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:36

Proyek Revitalisasi TK Pertiwi Siremeng Senilai Rp.532 Juta Disorot, Material Dan Progres Pekerjaan Jadi Perhatian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:02

Ichsan Budiman Wantogia Raih Young Scholars Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:33

SAMPAH MENGGUNUNG DI PASAR RANDUDONGKAL, POLUSI MENGANCAM PEDAGANG DAN WARGA

Berita Terbaru