garudapost.id RANDUDONGKAL, PEMALANG 21Oktober 2026— Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Randudongkal, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan. Pengelolaan sampah yang dinilai kurang optimal menimbulkan persoalan lingkungan dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan para pedagang, pengunjung pasar, serta warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Kondisi sampah yang menumpuk tanpa penanganan yang memadai berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, serta mencemari lingkungan. Situasi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan pasar tradisional tersebut.
Pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat seharusnya menjadi tempat yang bersih, sehat, dan nyaman. Namun, apabila persoalan sampah tidak segera ditangani secara serius, dampaknya dapat semakin meluas dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Pasar Randudongkal, Eko Wijayanto, telah dilakukan beberapa kali. Namun, yang bersangkutan belum berhasil ditemui di tempat saat didatangi, dengan alasan sedang keluar. Hingga naskah ini disusun, keterangan langsung dari Kepala Pasar terkait persoalan penumpukan sampah tersebut belum diperoleh.
Kondisi ini mendorong perlunya perhatian dan langkah konkret dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait. Penanganan sampah tidak cukup hanya dengan membersihkan tumpukan yang terlihat, tetapi juga memerlukan sistem pengelolaan yang teratur, pengangkutan rutin, serta pengawasan yang berkelanjutan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang dan pihak-pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Jangan sampai penumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut menimbulkan dampak lingkungan yang lebih serius serta mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Kebersihan pasar merupakan tanggung jawab bersama. Namun, pengelolaan yang efektif, pengawasan yang konsisten, dan tindakan nyata dari pihak berwenang menjadi kunci agar Pasar Randudongkal tetap bersih, sehat, dan layak menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Jurnalis: Eddy & Redaksi


















