TELAGA BIRU,garudapost.id— Ketua Dewan Pembina The Presnas Center, Prof. Nelson Pomalingo, bersama jajaran pengurus besar organisasi mendorong pembangunan Monumen Perjuangan Gorontalo sebagai ruang sejarah yang merekam perjalanan lahirnya daerah-daerah otonom di Provinsi Gorontalo.
Menurut Prof. Nelson, monumen tersebut tidak dimaksudkan menjadi milik The Presnas Center semata, melainkan menjadi milik seluruh masyarakat Gorontalo sebagai simbol perjuangan kolektif dalam pembentukan Provinsi Gorontalo.
“Monumen ini bukan hanya tentang perjuangan lahirnya Provinsi Gorontalo, tetapi juga menjadi penanda sejarah perjuangan lahirnya kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Gorontalo. Nilai-nilai perjuangan itu harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Prof. Nelson saat menutup musyawarah VI The Presnas Center di Roemah Djoeang, Bele Tehilo, Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru.minggu 26 juli
Ia menegaskan, monumen tersebut diharapkan menjadi media edukasi sejarah sekaligus pengingat bahwa lahirnya daerah-daerah otonom di Gorontalo merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan banyak tokoh dan elemen masyarakat.
Dalam forum yang sama, The Presnas Center juga mendorong pembentukan kepengurusan organisasi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas ruang pengabdian sekaligus menjaga semangat perjuangan dan persatuan yang menjadi ruh organisasi.
“Semangat perjuangan tidak boleh berhenti pada generasi pendiri. Ia harus terus dirawat melalui organisasi yang hadir hingga ke seluruh kabupaten dan kota,” kata Prof. Nelson.
Melalui penguatan organisasi dan pembangunan monumen perjuangan tersebut, The Presnas Center berharap sejarah lahirnya kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus membangun daerah dengan semangat persatuan dan pengabdian.

















