garudapost.id TULUNGAGUNG – Pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Tulungagung terus dikebut. Hingga Senin (26/10/2026), pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,37 kilometer di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, telah mencapai progres 80 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu fokus peninjauan Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung Letkol Inf Hanny Galih Satrio di lokasi kegiatan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sasaran fisik berjalan sesuai rencana menjelang penutupan TMMD yang dijadwalkan pada 11 November 2026.
Dari total panjang jalan yang direncanakan, sekitar 1,1 kilometer telah dikerjakan. Sementara itu, sisa pekerjaan masih terus diselesaikan agar akses jalan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan jalan menjadi bagian penting dari program TMMD karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.
Selain infrastruktur jalan, sejumlah sasaran lain juga menunjukkan perkembangan. Pengerjaan delapan unit rumah tidak layak huni (RTLH), misalnya, rata-rata telah melampaui 60 persen. Adapun pembangunan delapan unit jamban terus berlangsung, dengan salah satu unit dilaporkan telah selesai sepenuhnya.
Sementara itu, pembangunan satu unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang dilengkapi empat bilik telah mencapai progres sekitar 55 persen. Rehabilitasi musala juga masuk dalam sasaran fisik yang dikerjakan melalui program tersebut.
Tidak hanya menyasar kebutuhan permukiman, TMMD ke-130 turut mendukung sektor pertanian melalui pembangunan lima unit irigasi pompa di Kecamatan Boyolangu. Progres pengerjaan fasilitas pengairan tersebut telah melampaui 85 persen.
Dandim Pantau Progres dan Kualitas Pekerjaan
Dandim 0807/Tulungagung Letkol Inf Hanny Galih Satrio mengatakan, peninjauan lapangan diperlukan untuk mengetahui perkembangan riil setiap sasaran sekaligus memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Melalui peninjauan ini, kami ingin memastikan seluruh sasaran fisik TMMD berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Dari hasil pengecekan, pembangunan jalan rabat beton sudah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan pengerjaan RTLH rata-rata di atas 60 persen. Untuk jamban, beberapa unit bahkan sudah mendekati penyelesaian,” ujarnya.
TMMD ke-130 dimulai pada 13 Oktober 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026. Dengan waktu pelaksanaan sekitar 30 hari, percepatan pengerjaan menjadi perhatian agar seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Meski demikian, penyelesaian pekerjaan tidak semata-mata berorientasi pada ketepatan waktu. Kualitas hasil pembangunan juga menjadi hal penting agar fasilitas yang dibangun dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pelaksanaan program ini melibatkan personel TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Dukungan juga datang dari kepolisian, Satpol PP, serta masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi dalam pengerjaan melalui semangat gotong royong.
Menurut Hanny, keterlibatan warga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan desa tersebut.
“Partisipasi warga sangat penting karena keberhasilan program ini tidak terlepas dari kebersamaan dan semangat gotong royong di lapangan,” tambahnya.
Menyasar Hunian, Sanitasi hingga Pertanian
Secara keseluruhan, TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung mencakup pembangunan delapan unit RTLH, delapan unit jamban, satu unit MCK empat bilik, lima unit irigasi pompa, rehabilitasi satu musala, serta jalan rabat beton sepanjang kurang lebih 1,37 kilometer.
Mayoritas sasaran fisik berada di Kecamatan Campurdarat, sedangkan lima unit irigasi pompa ditempatkan di Kecamatan Boyolangu untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Ragam sasaran tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari beberapa sektor sekaligus. Jalan rabat beton diharapkan memperbaiki aksesibilitas, pembangunan RTLH membantu meningkatkan kelayakan hunian, sedangkan fasilitas sanitasi menunjang kebutuhan dasar warga.
Di sektor pertanian, keberadaan irigasi pompa diharapkan membantu mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas usaha tani dapat berjalan lebih baik.
Dengan sisa waktu pelaksanaan hingga 11 November mendatang, Kodim 0807/Tulungagung terus mendorong percepatan pengerjaan seluruh sasaran. Penyelesaian program diharapkan tidak hanya memenuhi target yang telah ditetapkan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Melalui TMMD ke-130, pembangunan desa diharapkan menjadi lebih dari sekadar penyelesaian proyek fisik. Program ini juga menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat gotong royong serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga. FAVAN
















