Warga Binaan Lapas Wahai Panen Pujian, Sayur Segar Dibeli Masyarakat

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Wahai/Kebun hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menarik perhatian warga. Masyarakat sekitar datang langsung ke lokasi untuk membeli hasil pertanian Warga Binaan berupa sayur selada sebanyak lima ikat dan tomat sebanyak tiga kg, Jumat (24/7). Kegiatan ini menunjukkan program pembinaan kemandirian di Lapas sukses memberi hasil nyata sekaligus mendapat pujian dari masyarakat sekitar.

Kepala Urusan Tata Usaha selaku Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme warga yang datang langsung ke kebun Lapas. Hal ini membuktikan produk hasil didikan petugas diterima dengan baik oleh publik.

“Ini bukti nyata program pembinaan kemandirian kami berhasil. Lapas Wahai tidak hanya membina Warga Binaan agar terampil, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan pangan masyarakat,” ungkap Usman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu Warga Binaan pekerja, WK, juga bangga dengan jerih payah selama ini. “Kami senang sekali hasil kerja keras kami merawat tanaman ini diapresiasi dan dibeli langsung oleh masyarakat. Pengalaman menanam hidroponik ini menjadi bekal berharga bagi kami saat bebas nanti,” tuturnya.

Selaku pembeli, Adelia memuji hasil karya Warga Binaan yang dipanen langsung olehnya. “Sayur seladanya sangat segar dan tomatnya juga bagus-bagus. Senang bisa beli langsung hasil karya dari Lapas dengan kualitas yang tidak kalah dari pasar,” ungkapnya.

Pujian yang sama disampaikan pembeli lainnya, Wiwin Wailisa. “Harganya terjangkau dan kualitasnya memuaskan. Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan makin maju ke depannya,” harapnya.

Keberhasilan panen dan tingginya apresiasi masyarakat ini makin mempertegas komitmen Lapas Wahai dalam mentransformasi ruang pembinaan menjadi pusat produktivitas yang berdaya saing dan mewujudkan Pemasyarakatan yang berdampak. Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan lokal, program pembinaan kemandirian ini berhasil meruntuhkan stigma negatif dan membangun jembatan kepercayaan antara Warga Binaan dengan masyarakat sebagai bekal nyata menuju reintegrasi sosial.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rajut Toleransi dan Kerukunan, Lapas Geser Gandeng STAI Seram Timur Bina Warga Binaan
Lapas Geser Resmi Buka Rangkaian Lomba Kemasyarakatan Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026
IMIPAS PEDULI Rutan Ambon Hadir Membawa Kepedulian Bagi Masyarakat Sekitar
Perkuat akses Keadilan Bagi Warga Binaan,Rutan Majene Jalin Kerjasama Dengan LBH Mitra Madani Sulawesi Barat
Hasil Kebun Sendiri, Lapas Saumlaki Panen Sawi untuk Kebutuhan Dapur
Bapas Saumlaki Hadirkan Kepedulian Nyata Melalui Aksi Gotong Royong Bersihkan Lokasi Pembangunan Gereja
Perkuat Pengawasan Digital, Kanwil Ditjenpas Maluku Optimalkan Trans Siberpas
Tuntaskan Target Monev dari Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Namlea Buktikan Progresif Kinerja
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:21

Lapas Geser Resmi Buka Rangkaian Lomba Kemasyarakatan Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 16:19

IMIPAS PEDULI Rutan Ambon Hadir Membawa Kepedulian Bagi Masyarakat Sekitar

Jumat, 6 November 2026 - 10:11

Perkuat akses Keadilan Bagi Warga Binaan,Rutan Majene Jalin Kerjasama Dengan LBH Mitra Madani Sulawesi Barat

Jumat, 6 November 2026 - 08:23

Hasil Kebun Sendiri, Lapas Saumlaki Panen Sawi untuk Kebutuhan Dapur

Kamis, 5 November 2026 - 22:05

Bapas Saumlaki Hadirkan Kepedulian Nyata Melalui Aksi Gotong Royong Bersihkan Lokasi Pembangunan Gereja

Berita Terbaru

Sumatra Utara

Kabupaten Toba Raih Dua Penghargaan Lomba Posyandu Sumut 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 23:18