Garudapost.id-Langgur/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih dari peredaran barang-barang terlarang. Sebagai langkah nyata deteksi dini, jajaran pengamanan Lapas Tual menggelar penggeledahan mendadak di seluruh blok dan kamar hunian warga binaan, Kamis (18/06).
Kepala Lapas (Kalapas) Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa razia ini merupakan agenda rutin yang sengaja dilakukan secara mendadak. Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang-barang penyelundupan yang dapat mengganggu kondusifitas Lapas. “Penggeledahan ini adalah bentuk komitmen penuh kami dalam menegakkan program Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Kami tidak akan toleran terhadap segala bentuk pelanggaran aturan di dalam Lapas. Semua petugas dikerahkan untuk menyisir setiap sudut kamar secara teliti namun tetap humanis,” ujarnya.
Kasi Kamtib Lapas Tual, M. Rizal Aras, menjelaskan bahwa jalannya penggeledahan dilakukan dengan memprioritaskan prosedur operasional standar (SOP) yang ketat guna menghindari gesekan dengan warga binaan. “Kami bergerak cepat dan responsif atas perintah pimpinan. Fokus penggeledahan kali ini adalah benda-benda tajam, instalasi listrik liar, handphone, narkoba, serta barang logam lainnya yang berpotensi disalahgunakan. Alhamdulillah, situasi selama pemeriksaan berjalan sangat aman, tertib, dan kondusif,” ungkapnya.
Kepala Subseksi (Kasubsi) Keamanan Lapas Tual, Oscar Rumangun, merincikan bahwa petugas berhasil mengamankan beberapa benda yang dilarang berada di dalam blok, tidak ditemukan adanya narkoba. “Dari hasil penggeledahan malam ini, kami menyita beberapa barang terlarang seperti 2 potongan kaca 1 korek gas, 2 silet dan 1 bilah benda tajam rakitan. Barang-barang ini langsung kami inventarisir untuk segera dimusnahkan. Kami juga memberikan edukasi dan peringatan tegas kepada para warga binaan agar tidak lagi memasukkan atau membuat barang yang melanggar aturan,” pungkasnya.
Lapas Tual dipastikan akan terus memperketat pengawasan di pintu utama (P2U) serta mengintensifkan razia serupa secara berkala demi menjaga keamanan dan menyukseskan program pembinaan warga binaan.

















