Pembinaan Keterampilan Pertukangan: Warga Binaan Berhasil Menghasilkan Pintu Berkualitas

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Ambon/Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan pertukangan yang produktif dan bernilai guna. Kali ini, warga binaan berhasil membuat pintu berkualitas yang akan digunakan sebagai pintu dapur Rutan Ambon yang saat ini sedang dalam tahap renovasi. Kamis (06/18)

Pembuatan pintu tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat. Selain memiliki nilai fungsi, hasil karya tersebut juga menjadi bukti kemampuan, ketekunan, dan kreativitas warga binaan dalam menghasilkan produk pertukangan yang berkualitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan bahwa program pembinaan keterampilan terus dioptimalkan sebagai sarana pengembangan kemampuan warga binaan agar memiliki kompetensi yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

“Kami terus mendorong warga binaan untuk aktif mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian. Pembuatan pintu ini merupakan salah satu bentuk hasil karya yang tidak hanya melatih keterampilan pertukangan mereka, tetapi juga memberikan manfaat nyata untuk mendukung renovasi fasilitas di lingkungan Rutan Ambon,” ujar Jefry.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan pintu merupakan bagian dari pembinaan berbasis keterampilan yang secara rutin dilaksanakan di Rutan Ambon. Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam proses produksi menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun etos kerja yang positif.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar teknik dasar dan lanjutan dalam pembuatan pintu, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” jelas Ode Ena.

Ia menambahkan bahwa hasil karya warga binaan akan terus didorong agar memiliki kualitas yang baik, nilai guna yang tinggi, dan berpotensi memiliki nilai ekonomi sehingga dapat mendukung proses reintegrasi sosial mereka di masa mendatang.

Salah seorang warga binaan inisial H.F yang terlibat dalam proses pembuatan pintu mengaku senang dapat mengikuti program pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan kerja yang diberikan tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

“Saya merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk belajar dan berkarya selama menjalani masa pembinaan. Dari kegiatan ini saya mendapatkan keterampilan baru dan memahami proses pembuatan pintu mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, perakitan hingga tahap finishing. Semoga ilmu yang saya peroleh bisa menjadi bekal yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Proses pembuatan pintu dilakukan oleh warga binaan yang mengikuti program kerja dengan pendampingan petugas pembinaan. Seluruh tahapan pengerjaan, mulai dari perencanaan desain, pengukuran bahan, pemotongan, perakitan, pemasangan komponen hingga tahap penyelesaian akhir, dilakukan dengan memperhatikan standar kualitas dan keselamatan kerja.

Pintu hasil karya warga binaan tersebut nantinya akan dipasang pada area dapur Rutan Ambon yang sedang menjalani proses renovasi. Keberadaannya diharapkan dapat mendukung peningkatan fasilitas dapur sehingga lebih aman, nyaman, dan menunjang kelancaran operasional sehari-hari. Selain itu, hasil karya tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi positif warga binaan melalui program pembinaan yang dijalankan.

Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Rutan Ambon berharap warga binaan dapat terus mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya sehingga menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali berperan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Tual Gelar Penggeledahan Mendadak di Blok Hunian
Tamping Kebun Lapas Saparua Optimalkan Lahan Ketahanan Pangan
BPS Lakukan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Di Lapas Saparua
Kanwil Ditjenpas Maluku Perkuat Integritas dan Kompetensi Taruna Poltekip 59
Lapas Geser Luncurkan Aplikasi E-Arsip Internal, Langkah Maju Digitalisasi untuk Optimalisasi Perkantoran
Razia Blok Hunian, Lapas Bandanaira Tegaskan Komitmen Zero Halinar
Perkuat Reintegrasi Sosial, Bapas Saumlaki Gelar Penanaman Pohon Kelapa Bersama Klien
Disaksikan TNI-Polri, Petugas dan Warga Binaan Lapas Piru Deklarasikan Zero Halinar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:07

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Tual Gelar Penggeledahan Mendadak di Blok Hunian

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:53

Tamping Kebun Lapas Saparua Optimalkan Lahan Ketahanan Pangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47

BPS Lakukan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Di Lapas Saparua

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:22

Kanwil Ditjenpas Maluku Perkuat Integritas dan Kompetensi Taruna Poltekip 59

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:17

Pembinaan Keterampilan Pertukangan: Warga Binaan Berhasil Menghasilkan Pintu Berkualitas

Berita Terbaru