Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua melaksanakan kegiatan pengolahan lahan pertanian yang melibatkan warga binaan tamping kebun di bawah pengawasan petugas pengamanan. Kegiatan tersebut berlangsung di area pertanian Lapas Saparua pada Kamis (18/06/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penggemburan tanah dan pembersihan rumput liar pada area lahan yang disiapkan untuk pengembangan sektor pertanian. Upaya tersebut merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan lahan tidur di lingkungan Lapas Saparua guna mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sejak pagi hari, tamping kebun melaksanakan perawatan dan penyiapan lahan sesuai arahan petugas pengamanan. Penggemburan tanah dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesiapan lahan untuk ditanami, sementara pembersihan rumput bertujuan menciptakan area pertanian yang lebih tertata dan bersih dari rumput liar. Seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan pengawasan.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengatakan bahwa pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan lapas merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini terus didorong di lingkungan pemasyarakatan.
“Lahan yang sebelumnya sudah pernah dimanfaatkan secara optimal kami siapkan untuk mendukung program ketahanan pangan kembali. Selain memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pertanian di lapas, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan yang positif bagi warga binaan melalui keterlibatan dalam aktivitas yang produktif,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi bagian dari upaya Lapas Saparua dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Oleh karena itu, penataan dan pengolahan lahan terus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi serta potensi yang dimiliki.
Dengan pengawasan petugas pengamanan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Melalui optimalisasi lahan yang tersedia, Lapas Saparua berkomitmen mendukung Program Ketahanan Pangan sekaligus mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif, sejalan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

















