Garudapost.id-Geser/Bertempat di area pertanian, Kepala Subsesksi Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Geser, Junaidi Laisouw bersama staf pembinaan dan warga binaan memindahkan benih sayuran sawi pada wadah instalasi hidroponik, Kamis (2/7). Kegiatan penanaman dengan metode hidroponik ini merupakan wujud konsistensi Lapas Geser dalam memberdayakan warga binaan di sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan.
Junaidi Laisouw menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti konsistensi Lapas Geser dalam mengoptimalkan sektor pertanian sebagai sarana pembinaan kemandirian dalam memberikan bekal produktif bagi warga binaan. Upaya ini sudah berhasil dengan berbagai jenis sayuran dan saat ini tengah kami lakukan penanaman sayuran sawi.
“Saat ini, program sudah memasuki beberapa proses budidaya. Sebelumnya kami telah menguji coba sayuran hijau jenis kangkung cabut dan produksinya sukses luar biasa. Kali ini, kami kembali mencoba membudidayakan jenis sayuran hijau yang lain, yaitu sawi, dengan metode hidroponik yang sama. Ini menjadi sarana penting untuk memberdayakan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Laisouw.
Di tempat yang sama, Staf Pembinaan Lapas Geser, Alfin Iksan Ramadhan, menyampaikan bahwa pemilihan jenis sayuran yang bervariasi bertujuan untuk memperkaya keterampilan warga binaan. Menurutnya, setiap jenis sayuran memiliki karakteristik, teknik perawatan, dan masa panen yang berbeda. Hal ini memberikan pengalaman serta pengetahuan baru yang berharga bagi mereka.
“Langkah variasi ini penting agar warga binaan tidak hanya menguasai satu jenis tanaman saja. Bertani itu luas, beda sayuran, beda pula cara merawat dan waktu panennya. Tantangan yang berbeda pada setiap jenis sayuran ini akan membentuk keahlian baru yang menjadi modal berharga bagi kemandirian mereka nanti,” jelas Alfin.
Antusiasme tinggi juga datang dari warga binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan ini. Salah satu warga binaan berinisial GK mengaku sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan ilmu pertanian modern selama menjalani masa pembinaan
“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Belajar menanam dengan sistem hidroponik memberikan kami keahlian baru yang sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara merawat tanaman dengan benar, dan ini modal berharga bagi saya untuk membuka usaha tani sendiri setelah bebas nanti,” ungkap GK.
Melalui program agrobisnis yang berkelanjutan ini, Lapas Geser membuktikan bahwa ruang keterbatasan bukan penghalang untuk tetap produktif, kreatif, dan berkontribusi positif bagi ketahanan pangan masyarakat.

















